
“Barang bukti yang diamankan pertama ada beberapa peralatan PETI, terdiri dari selang, kabel listrik sekitar 50 meter dan gubuk-gubuk liar,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, perusahaan bersama aparat kepolisian akan melakukan pemantauan lanjutan terhadap lubang-lubang tambang yang telah ditemukan. Evaluasi akan dilakukan beberapa hari ke depan untuk melihat kemungkinan adanya peningkatan kembali aktivitas ilegal.
“Jika ditemukan adanya peningkatan eskalasi, maka kami akan kembali melakukan operasi gabungan,” ujarnya.
Selain itu, pihak perusahaan bersama kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di sejumlah titik yang ditemukan aktivitas PETI. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penegasan bahwa area tersebut berada dalam pengawasan aparat penegak hukum.
“Siapa saja yang merusak atau membuka kembali area yang sudah dipasangi police line akan berhadapan dengan pihak kepolisian,” tegasnya.
Ia menambahkan, PT Antam UBPE Pongkor juga terus mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal, terlebih menjelang dan selama bulan suci Ramadan. Perusahaan berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
“Kami tidak henti-hentinya melakukan imbauan kepada masyarakat, apalagi di bulan suci Ramadan ini, agar menjaga kondusivitas. Arahan dan imbauan akan terus kami sampaikan,” pungkasnya.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















