Fenomena Langit Maret 2026: Bulan Purnama, Gerhana, Hujan Meteor, dan Ekuinoks

Langit Maret
Fenomena Langit Maret 2026: Bulan Purnama, Gerhana, Hujan Meteor, dan Ekuinoks. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Langit Maret 2026 diprediksi akan memukau para pengamat astronomi dengan rangkaian fenomena menarik. Beberapa di antaranya bahkan termasuk peristiwa langka yang terjadi berdekatan. Berikut jadwal fenomena langit sepanjang bulan Maret 2026 yang dirangkum dari In The Sky.

  1. Bulan Purnama “Worm Moon” – 3 Maret 2026

Bulan Purnama akan terjadi pada 3 Maret 2026 dan dikenal dengan sebutan Worm Moon, nama tradisional untuk Bulan purnama di bulan Maret.

Pada fase ini, Bulan berada di sisi berlawanan Matahari terhadap Bumi, sehingga seluruh permukaannya tampak terang sempurna. Fenomena ini dapat diamati sepanjang malam tanpa alat bantu khusus, asalkan langit cerah.

  1. Gerhana Bulan Total – 3 Maret 2026

Menariknya, pada tanggal yang sama juga terjadi Gerhana Bulan Total. Fenomena ini muncul ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti Bumi.

BACA JUGA :  Apakah Kanker Ginjal Bisa Sembuh? Ini Penjelasan dan Pilihan Pengobatannya

Saat fase totalitas, Bulan biasanya tampak berwarna merah redup, akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Gerhana Bulan termasuk fenomena yang aman diamati secara langsung tanpa kacamata khusus.

  1. Hujan Meteor Gama Normid – 14 Maret 2026

Pada 14 Maret 2026, hujan meteor Gama Normid diperkirakan mencapai puncaknya. Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi jalur partikel debu yang ditinggalkan komet atau benda langit lainnya.

Partikel-partikel tersebut terbakar saat memasuki atmosfer, membentuk streak cahaya yang terlihat di langit malam. Hujan meteor Gama Normid memiliki intensitas rendah dibanding hujan meteor besar, sehingga pengamatan terbaik dilakukan dari lokasi gelap, idealnya dini hari menjelang fajar.

  1. Ekuinoks Maret – 20 Maret 2026
BACA JUGA :  BPJS Kesehatan Buka Seleksi Duta Muda 2026, Pelajar SMA Berkesempatan Jadi Duta JKN

20 Maret 2026 menandai Ekuinoks Maret, saat Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Fenomena ini menyebabkan durasi siang dan malam hampir sama di seluruh Bumi.

Ekuinoks terjadi setiap tahun dan menjadi penanda perubahan posisi Matahari dalam siklus tahunan.

Peristiwa ini aman dan tidak menimbulkan dampak langsung bagi kehidupan di Bumi, namun penting sebagai fenomena astronomi rutin.

Maret 2026 menjadi bulan yang sempurna bagi pecinta astronomi untuk mengamati langit. Mulai dari Bulan purnama yang spektakuler, gerhana Bulan total, hingga hujan meteor dan ekuinoks, semua fenomena ini bisa dinikmati langsung dengan mata telanjang maupun teleskop sederhana.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================