
Sementara itu, Wabup Jaro Ade menyampaikan salam hormat dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto, serta apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelestarian hutan di wilayah selatan Kabupaten Bogor. Menurutnya, keberadaan TNGHS dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki peran vital sebagai penyangga kehidupan.
“Tanpa kawasan konservasi ini, mungkin Bogor dan sekitarnya tidak dapat menikmati kualitas udara dan kesejukan seperti sekarang. Ini adalah benteng ekologis yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia juga menyinggung perlunya pembenahan zonasi kawasan hutan yang di masa lalu masih menyisakan tumpang tindih antara lahan masyarakat dengan peta kawasan konservasi. Ke depan, pembenahan tersebut diharapkan dilakukan secara bertahap dan partisipatif agar tidak menimbulkan konflik sosial.
Pemkab Bogor, lanjutnya, tengah menggencarkan program pembangunan hutan kota sebagai bagian dari visi pembangunan berkelanjutan. Setiap kecamatan ditargetkan memiliki minimal satu hektare hutan kota, disertai gerakan penanaman ribuan pohon di desa-desa.
“Program ini diharapkan dapat bersinergi dengan pengelola kawasan konservasi,” tandas Jaro Ade.
Dengan semangat kolaborasi, Pemkab Bogor dan Kementerian Kehutanan optimistis kawasan konservasi seperti Taman Nasional Gunung Halimun Salak akan tetap menjadi benteng ekologis dan sumber kehidupan bagi generasi mendatang.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















