RAMADAN LEVEL UP

Menteri agama juga harus menjaga kerukunan umat, mengelola pendidikan madrasah, produk halal, dan wakaf, serta menyediakan pelayanan keagamaan bagi semua agama di Indonesia.

Jadi setaraf menteri agama saja masih korupsi, atau dengan kata lain sekelas menteri saja puasa masih level satu, apalagi muslim yang awam.

2.⁠ ⁠Level kedua adalah puasa yang sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya. Ini puasa yang sebenarnya, atau sudah naik level, dari puasa level satu menjadi level kedua.

BACA JUGA :  Pancasila di Tengah Disrupsi Digital

Puasa level ini sudah sesuai dengan syariat Islam dan puasa juga rajin shalat berjamaah di masjid, puasa tambah dermawan, puasa tetap produktif saat bekerja, puasa tambah rajin membaca Al Qur’an dan puasa tetap istiqomah melakukan amal soleh. Puasa level ini biasanya dilakukan oleh orang-orang shalih.

3.⁠ ⁠Level ketiga  yaitu puasa yang paling istimewa yaitu puasa yang menjaga hati dari perasaan tercela dan pemikiran duniawi yang kotor, menjaga hati dari semua perkara selain Allah SWT.

BACA JUGA :  Jenal Mutaqin Ajak Warga Manfaatkan Program Sunat Gratis di Puskesmas se-Kota Bogor

Puasa ini menjauhi perkara-perkara duniawi yang tidak ada hubungannya dengan akhirat. Puasa ini dilakukan para nabi dan auliya’. Aulia berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti “wali” atau “orang suci”. Makna ini meluas menjadi seseorang yang dekat dengan Allah SWT. Maka sekarang saatnya kita semua untuk naik level, ramadan tahun ini harus menjadi ramadan yang terbaik sesuai kemampuan kita masing-masing. Ya Ramadan Level Up. Jayalah Indonesia.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================