
Sementara itu, wilayah dengan kasus paling sedikit adalah Kecamatan Gunung Putri dengan dua kasus, serta Kecamatan Parung Panjang dan Kecamatan Klapa Nunggal yang masing-masing mencatatkan satu kasus.
Fusia menjelaskan, lonjakan kasus DBD dipicu oleh cuaca pancaroba yang mengakibatkan munculnya genangan air, tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak dan bertelur.
Masyarakat diimbau untuk segera menggencarkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara kompak dan rutin. Adapun fogging baru akan dilaksanakan jika ditemukan faktor risiko penyebaran DBD di suatu wilayah.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















