Kurma di Bulan Ramadan: Kenali Ciri yang Sudah Tak Layak Konsumsi

Kurma
Ilustrasi Kurma. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Kurma selalu hadir di meja makan saat Ramadan. Buah kering bercita rasa manis ini kerap menjadi pilihan pertama saat berbuka puasa karena mampu mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Di pasaran, kurma dijual dalam berbagai jenis dan harga. Ada yang terjangkau, ada pula yang dibanderol cukup mahal. Namun, harga bukan satu-satunya penentu kualitas. Jika kurang teliti, kurma yang dibeli bisa jadi sebenarnya sudah tidak layak konsumsi.

BACA JUGA :  Kronologi Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor, Dua Orang Luka-Luka

Daya Simpan Kurma dan Cara Penyimpanan

Kurma merupakan buah yang dikeringkan. Proses pengeringan membuat kadar airnya berkurang sehingga relatif lebih awet dan tidak mudah berjamur. Rasa manis alaminya berasal dari kandungan gula yang cukup tinggi.

Meski begitu, daya simpan kurma tetap bergantung pada cara penyimpanan. Mengutip Tasting Table, kurma umumnya dapat bertahan hingga enam bulan jika disimpan di dalam kulkas dengan wadah tertutup rapat.

Jika disimpan di freezer, masa simpannya bahkan bisa mencapai tiga tahun. Namun, penyimpanan yang kurang tepat dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Bila sudah terkontaminasi, kurma tak lagi aman untuk dikonsumsi.

BACA JUGA :  Orang Tua Wajib Tahu, Ini Jarak Aman Anak Menonton TV dan Dampaknya bagi Kesehatan Mata

Ciri Kurma yang Sebaiknya Dihindari

Agar tidak salah pilih, berikut beberapa tanda kurma yang sudah menurun kualitasnya:

  1. Mengeluarkan Bau Tak Sedap

Secara umum, kurma memiliki aroma netral atau sedikit manis. Hindari kurma yang mengeluarkan bau busuk, menyengat, atau menyerupai alkohol.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================