BOGORTODAY.COM – Rentetan ledakan kembali terdengar di sejumlah negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait pada Senin (2/3/2026) waktu setempat.
Ledakan terjadi saat Iran melanjutkan serangan pembalasan terhadap negara-negara tetangganya yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS).
Serangan Iran ini telah memasuki hari ketiga sebagai respons atas gempuran udara besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel sejak Sabtu (28/2/2026). Kawasan Teluk yang selama ini relatif stabil kini berubah menjadi titik panas baru di tengah konflik yang meluas di Timur Tengah.
Ledakan di Abu Dhabi hingga Kuwait City
Sejumlah wartawan AFP dan saksi mata melaporkan ledakan keras terdengar di Abu Dhabi dan Dubai (UEA), Doha (Qatar), Manama (Bahrain), hingga Kuwait City (Kuwait). Pengeboman yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya ini mengguncang wilayah yang selama ini dianggap sebagai zona aman di tengah instabilitas regional.
Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri melaporkan sedikitnya satu orang tewas akibat serangan Iran. Korban menjadi kematian pertama di negara itu sejak Iran mulai melancarkan serangan balasan pada akhir pekan.
Puing-puing rudal yang berhasil dicegat sistem pertahanan udara dilaporkan jatuh dan memicu kebakaran pada sebuah kapal asing di pelabuhan Salman. Insiden itu menewaskan satu pekerja dan melukai dua orang lainnya secara serius.
Korban Bertambah di UEA
Di UEA, otoritas setempat melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 58 orang lainnya mengalami luka-luka sejak rangkaian serangan dimulai. Ketiga korban tewas disebut berkewarganegaraan Pakistan, Nepal, dan Bangladesh.
Sejak Sabtu, sejumlah infrastruktur sipil di kawasan Teluk turut terdampak serangan, termasuk bandara, pelabuhan, bangunan tempat tinggal, hingga hotel. Total sedikitnya lima orang dilaporkan tewas di seluruh kawasan Teluk akibat serangan balasan Iran.
IRGC Klaim Serang Pangkalan AS
Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dalam pernyataannya mengumumkan bahwa serangan ditujukan ke pangkalan-pangkalan militer AS di Bahrain, UEA, dan Qatar. Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas aksi militer Washington dan Tel Aviv terhadap Iran.
Eskalasi ini memunculkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di kawasan. Negara-negara Teluk yang selama ini menjadi pusat ekonomi dan energi global kini menghadapi ancaman keamanan serius di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















