
BOGORTODAY.COM – Membawa ponsel ke toilet tampak sepele. Banyak orang tanpa sadar menghabiskan waktu lebih lama di kloset untuk membaca berita, membalas pesan, atau menonton video. Namun, kebiasaan ini tidak hanya soal waktu yang terbuang; ada risiko kesehatan yang serius mengintai.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tujuh risiko kesehatan akibat sering membawa ponsel ke toilet:
- Kontaminasi bakteri dan risiko infeksi
Toilet memiliki konsentrasi mikroorganisme tinggi. Saat kloset disiram, partikel aerosol mikroskopis dapat menyebar dan menempel pada permukaan, termasuk ponsel.
Salah satu bakteri berbahaya yang bisa mencemari ponsel adalah Escherichia coli. Jika tangan menyentuh ponsel yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah atau makanan, bakteri dapat masuk ke tubuh dan memicu gangguan pencernaan seperti diare.
- Meningkatkan risiko wasir (hemoroid)
Duduk terlalu lama di toilet meningkatkan tekanan vena di sekitar anus, berpotensi memicu wasir.
Studi menunjukkan penggunaan smartphone saat buang air besar dapat meningkatkan risiko wasir hingga 46 persen. Tekanan yang berlangsung lama membuat pembuluh darah membesar, menimbulkan nyeri, gatal, atau perdarahan.
- Memicu sembelit
Bermain ponsel membuat seseorang kurang peka terhadap dorongan alami tubuh. Akibatnya, orang menunda mengejan atau duduk terlalu lama tanpa fokus, sehingga pergerakan usus melambat dan tinja menjadi lebih keras. Sembelit yang berulang juga memperburuk risiko wasir.
- Luka pada anus (fisura ani)
Sembelit dan mengejan terlalu keras bisa menyebabkan fisura ani, yaitu luka kecil di sekitar anus. Kondisi ini menimbulkan nyeri tajam saat buang air besar dan perdarahan ringan. Duduk lama sambil terdistraksi ponsel meningkatkan tekanan di area tersebut, memperbesar risiko luka.
- Gangguan otot dasar panggul
Duduk lama tanpa penopang yang baik memberi tekanan berlebih pada otot dasar panggul. Dalam jangka panjang, ini bisa memicu:
- Sulit menahan buang air kecil
- Sensasi tidak tuntas saat buang air besar
- Rasa berat atau tekanan di area panggul
Posisi membungkuk saat menatap layar ponsel juga memperparah tekanan.
- Nyeri leher dan punggung
Kebiasaan menunduk lama melihat layar ponsel menyebabkan ketegangan pada leher dan punggung. Jika dilakukan berulang, risiko nyeri kronis, kaku pada bahu, dan gangguan postur tubuh meningkat.
- Risiko prolaps rektum
Meski jarang, duduk terlalu lama sambil mengejan berulang dapat menyebabkan prolaps rektum, yaitu kondisi saat bagian akhir usus menonjol keluar melalui anus. Prolaps rektum biasanya memerlukan penanganan medis atau operasi.
Tips Mengurangi Risiko
- Batasi waktu di toilet: idealnya 2-5 menit. Jika dorongan buang air belum muncul, berdirilah dan coba lagi beberapa saat kemudian.
- Tutup kloset sebelum disiram untuk mengurangi penyebaran aerosol.
- Cuci tangan dengan sabun setelah buang air besar.
- Bersihkan layar ponsel secara rutin dengan cairan disinfektan aman.
- Hindari membawa ponsel ke toilet jika memungkinkan.
Kebiasaan sederhana ini bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus meningkatkan kebersihan diri dalam jangka panjang.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















