
Dikutip dari UK Addiction Treatment Centres, kecanduan obat tidur dapat menimbulkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang.
Efek Jangka Pendek
- Kantuk berlebihan
- Kebingungan
- Gangguan koordinasi
- Sulit berpikir jernih dan mengambil keputusan
Risiko ini akan meningkat jika obat tidur dikonsumsi dalam dosis tinggi, dicampur dengan obat lain, atau bersama alkohol. Kombinasi tersebut dapat memperparah efek sedatif dan membahayakan keselamatan, misalnya meningkatkan risiko kecelakaan.
Efek Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, kecanduan obat tidur dapat menyebabkan:
- Kerusakan hati
- Gangguan pernapasan hingga gagal napas
- Masalah jantung
- Gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi
Beberapa jenis obat penenang yang tergolong psikotropika, seperti benzodiazepine (misalnya Dumolid yang mengandung nitrazepam), juga memiliki potensi tinggi menyebabkan ketergantungan jika disalahgunakan.
Gunakan Secara Bijak dan Sesuai Anjuran Dokter
Obat tidur bukanlah musuh, tetapi penggunaannya harus tepat. Konsumsi sesekali dan dalam pengawasan dokter relatif aman. Yang perlu diwaspadai adalah penggunaan jangka panjang tanpa evaluasi medis.
Jika Anda merasa tidak bisa tidur tanpa obat atau mulai meningkatkan dosis sendiri, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Alternatif non-obat seperti terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I), perbaikan pola tidur (sleep hygiene), dan manajemen stres dapat menjadi solusi yang lebih aman dalam jangka panjang.
Ingat, tidur yang berkualitas memang penting. Namun, menjaga kesehatan secara keseluruhan jauh lebih penting daripada bergantung pada obat tidur setiap malam.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















