Minum Oralit Saat Sahur Bikin Puasa Tak Haus? Ini Penjelasan Dokter

Oralit
Minum Oralit Saat Sahur Bikin Puasa Tak Haus? Ini Penjelasan Dokter. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Saat Ramadan, muncul anggapan bahwa minum oralit saat sahur bisa membantu mencegah dehidrasi selama berpuasa.

Larutan elektrolit ini dipercaya mampu menjaga tubuh tetap terhidrasi lebih lama dibandingkan air putih biasa. Namun, benarkah demikian?

Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata, menegaskan bahwa konsumsi oralit pada orang sehat sebenarnya tidak diperlukan.

“Minum oralit menambah asupan gula dan garam, padahal tidak diperlukan pada orang sehat,” ujar Johanes, Jumat (27/2/2026).

Air Putih Sudah Cukup

Menurut Johanes, kebutuhan cairan selama puasa bisa dipenuhi dengan air putih dalam jumlah yang cukup. Tidak ada keharusan menambahkan larutan elektrolit jika tidak ada kondisi medis tertentu, seperti diare atau muntah yang menyebabkan kehilangan cairan berlebih.

BACA JUGA :  KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Meriahkan HJB ke-544

“Jadi sebaiknya cukup air putih saja,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan cairan harian umumnya dapat dicukupi dengan pola minum teratur sejak berbuka hingga sahur.

Pola Minum yang Disarankan

Johanes menyarankan pembagian konsumsi air sebagai berikut:

  • 2 gelas saat sahur
  • 2 gelas saat berbuka puasa
  • 4 gelas setelah berbuka hingga sebelum tidur

Dengan pola tersebut, total asupan sekitar 2 liter per hari tetap terpenuhi meski tidak minum sepanjang siang hari.

Tak Perlu Oralit Jika Tubuh Sehat

Johanes tidak merekomendasikan penggunaan oralit secara rutin bagi orang sehat yang menjalani puasa. Kandungan gula dan garam dalam oralit justru tidak dibutuhkan jika tubuh dalam kondisi normal.

BACA JUGA :  Batu Ginjal Tak Selalu Karena Kurang Minum, Ini Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada anggapan bahwa minum oralit saat sahur akan membuat puasa lebih kuat atau mencegah rasa haus sepanjang hari.

Fokus utama tetap pada pemenuhan cairan yang cukup dengan pola minum yang tepat. Dengan mengonsumsi delapan gelas air yang dibagi antara waktu berbuka dan sahur, kebutuhan cairan harian umumnya sudah terpenuhi.

Bagi orang sehat, strategi sederhana ini dinilai cukup untuk menjaga hidrasi selama menjalani ibadah puasa Ramadan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================