
Ia memastikan hingga saat ini kondisi kapal maupun awak dalam keadaan aman. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi risiko yang mungkin muncul akibat eskalasi konflik.
“Kami berkoordinasi dan berterima kasih kepada seluruh stakeholder, baik dari Kementerian Luar Negeri maupun pihak-pihak terkait yang bisa menyampaikan atau mengamankan aset kami dan para awak yang berada di sana,” tuturnya.
Pertamina menegaskan akan terus memonitor perkembangan situasi guna menjaga keselamatan kru serta menjamin kelangsungan operasional distribusi energi nasional.
Tiga Unit Bisnis Terdampak Dinamika Kawasan
Sebelumnya, Pertamina telah mengidentifikasi tiga unit bisnis strategis yang bersinggungan langsung dengan dinamika di kawasan Timur Tengah, yaitu:
- Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive, terkait aktivitas pengangkutan energi global.
- Pertamina Internasional EP (PIEP), yang menjalankan operasi hulu di Basra, Irak.
- Pertamina Patra Niaga, yang bertanggung jawab atas pengadaan minyak mentah dan produk energi dari sumber di kawasan Timur Tengah.
Langkah antisipatif dan koordinasi lintas lembaga terus dilakukan untuk memitigasi dampak terhadap operasional dan memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















