Konflik AS–Israel dan Iran Memanas, Kampus-Kampus di Timur Tengah Ditutup

BOGORTODAY.COM – Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel dibalas oleh Iran dengan rudal serta pesawat tak berawak. Situasi yang semakin memanas ini berdampak luas, termasuk terhadap dunia pendidikan di kawasan Timur Tengah.

Setelah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan gugur, Teheran melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan milik AS di Qatar hingga Uni Emirat Arab. Aksi saling serang di udara tersebut membuat situasi keamanan kawasan menjadi tidak kondusif.

Kampus-Kampus AS di Timur Tengah Kena Imbas

Universitas-universitas asal AS yang memiliki cabang di Timur Tengah turut terdampak. Beberapa di antaranya adalah Georgetown University, New York University, Carnegie Mellon University, Northwestern University, Virginia Commonwealth University, Texas A&M University, serta Weill Cornell Medicine.

Georgetown menyatakan bahwa kampusnya di Qatar beralih ke pembelajaran daring pada Selasa, 3 Maret 2026, setidaknya hingga akhir pekan tersebut.

“Keputusan tentang kampus akan dibuat setiap hari, berdasarkan pembaruan resmi dan situasi yang berkembang,” kata pihak Georgetown, dikutip dari The New York Times.

BACA JUGA :  iCAR Siapkan SUV Baru V27 untuk Debut di GIIAS 2026, Andalkan Teknologi REEViCAR Siapkan SUV Baru V27 untuk Debut di GIIAS 2026, Andalkan Teknologi REEV

Langkah serupa juga diterapkan di Sekolah Seni Virginia Commonwealth University di Doha serta Weill Cornell Medicine-Qatar. Seluruh aktivitas kampus dihentikan sementara dan dialihkan ke pembelajaran serta kerja jarak jauh.

Pemerintah negara-negara di kawasan tersebut menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi. Di sisi lain, beberapa kampus asal AS dikabarkan mulai mempertimbangkan kemungkinan menutup permanen cabang mereka di Timur Tengah apabila kondisi keamanan tak kunjung stabil.

Beralih ke Pembelajaran Online Tanpa Batas Waktu

Tak hanya kampus cabang AS, sejumlah institusi pendidikan lokal di Timur Tengah juga menghentikan kegiatan tatap muka.

Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi di Qatar mengumumkan bahwa sekolah dan universitas beralih ke sistem pembelajaran online hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kondisi serupa terjadi di Bahrain. Sementara di Uni Emirat Arab, sekolah dan kampus mulai beralih ke pembelajaran daring sejak 2 atau 4 Maret 2026.

“Situasi tersebut terus dievaluasi dan periode tersebut dapat diperpanjang jika diperlukan berdasarkan perkembangan,” tulis pernyataan pemerintah UEA, dikutip dari Times Higher Education.

BACA JUGA :  Honda Rebel 1100 Tampil Makin Premium dengan Warna Baru Matte Beta Silver Metallic

Iran Tutup Seluruh Universitas dan Batasi Internet

Di dalam negeri, Iran juga mengumumkan penutupan seluruh universitas sejak Teheran diserang pada Sabtu, 28 Februari 2026.

“Menteri Sains mengumumkan penutupan universitas di seluruh negeri hingga pemberitahuan lebih lanjut,” demikian laporan kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency, seperti dilansir Agence France-Presse, Sabtu (28/2/2026).

Selain itu, Iran kembali memberlakukan pembatasan internet. Sejumlah situs perguruan tinggi ternama seperti Sharif University of Technology, University of Tehran, dan Amirkabir University of Technology dilaporkan tidak dapat diakses per 2 Maret 2026.

Situasi ini menunjukkan bahwa eskalasi konflik tidak hanya berdampak pada aspek militer dan politik, tetapi juga meluas ke sektor pendidikan. Ribuan mahasiswa di berbagai negara kini harus menyesuaikan diri dengan pembelajaran jarak jauh di tengah ketidakpastian keamanan kawasan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================