BOGORTODAY.COM – Cuci darah atau hemodialisis merupakan prosedur medis yang dilakukan ketika ginjal tidak lagi mampu menyaring zat sisa dan kelebihan cairan dari tubuh.
Tindakan ini umumnya diperlukan pada pasien gagal ginjal kronis maupun gagal ginjal akut. Namun, bagaimana hukumnya menjalani cuci darah saat berpuasa?
Kapan Cuci Darah Diperlukan?
Mengutip informasi medis dari Alodokter, gagal ginjal dapat dikenali dari sejumlah tanda dan gejala, antara lain:
- Uremia, yaitu penumpukan urea (racun) dalam darah yang ditandai gatal, mual, muntah, hilang nafsu makan, dan kelelahan
- Asidosis, kadar asam dalam darah sangat tinggi
- Edema atau pembengkakan, akibat ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan
- Hiperkalemia, kadar kalium darah sangat tinggi
Pada kondisi tersebut, hemodialisis diperlukan untuk membantu menggantikan fungsi ginjal.
Rekomendasi Medis: Termasuk Risiko Sangat Tinggi
Berdasarkan rekomendasi dari International Diabetes Federation dan Diabetes and Ramadan International Alliance (IDF-DAR) yang dikutip laman Rumah Sakit Universitas Indonesia, pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah termasuk dalam kategori risiko sangat tinggi saat berpuasa.
Kelompok ini tidak dianjurkan untuk berpuasa, karena berisiko mengalami komplikasi serius seperti dehidrasi, gangguan elektrolit, hingga penurunan kondisi umum.
Apakah Cuci Darah Membatalkan Puasa?
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















