Bolehkah Cuci Darah Saat Puasa? Ini Penjelasan Medis dan Agama

Cuci Darah
Ilustrasi Cuci Darah. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Cuci darah atau hemodialisis merupakan prosedur medis yang dilakukan ketika ginjal tidak lagi mampu menyaring zat sisa dan kelebihan cairan dari tubuh.

Tindakan ini umumnya diperlukan pada pasien gagal ginjal kronis maupun gagal ginjal akut. Namun, bagaimana hukumnya menjalani cuci darah saat berpuasa?

Kapan Cuci Darah Diperlukan?

Mengutip informasi medis dari Alodokter, gagal ginjal dapat dikenali dari sejumlah tanda dan gejala, antara lain:

  • Uremia, yaitu penumpukan urea (racun) dalam darah yang ditandai gatal, mual, muntah, hilang nafsu makan, dan kelelahan
  • Asidosis, kadar asam dalam darah sangat tinggi
  • Edema atau pembengkakan, akibat ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan
  • Hiperkalemia, kadar kalium darah sangat tinggi
BACA JUGA :  Hari Tasyrik dan Larangan Puasa: Ini Penjelasan dan Dalilnya dalam Islam

Pada kondisi tersebut, hemodialisis diperlukan untuk membantu menggantikan fungsi ginjal.

Rekomendasi Medis: Termasuk Risiko Sangat Tinggi

Berdasarkan rekomendasi dari International Diabetes Federation dan Diabetes and Ramadan International Alliance (IDF-DAR) yang dikutip laman Rumah Sakit Universitas Indonesia, pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah termasuk dalam kategori risiko sangat tinggi saat berpuasa.

BACA JUGA :  Uban Muncul di Usia Muda? Ini Berbagai Faktor yang Bisa Menjadi Penyebabnya

Kelompok ini tidak dianjurkan untuk berpuasa, karena berisiko mengalami komplikasi serius seperti dehidrasi, gangguan elektrolit, hingga penurunan kondisi umum.

Apakah Cuci Darah Membatalkan Puasa?

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================