Pemkot Bogor Gelar Pekan Panutan Pajak, Targetkan Potensi Rp8,3 Miliar dari ASN

BOGORTODAY.COM – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara resmi membuka Pekan Panutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang berlangsung di Plaza Balai Kota Bogor, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berkolaborasi dengan Samsat Kota Bogor ini merupakan langkah “jemput bola” untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam kesempatan tersebut, Dedie A. Rachim bersama Ketua DPRD Kota Bogor langsung melakukan pembayaran PBB-P2 dan PKB sebagai bentuk aksi nyata dalam memberikan contoh bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat luas.

Dedie menekankan bahwa kedisiplinan ASN dalam membayar pajak adalah kunci sebelum mengajak masyarakat melakukan hal serupa. Ia menyebut kegiatan ini sebagai momentum bagi seluruh pegawai di lingkungan pemerintah daerah untuk menjadi panutan.

BACA JUGA :  Bukan Cuma Infrastruktur, Jenal Mutaqin Ungkap Strategi Pemkot Bogor Berantas Putus Sekolah

“ASN dituntut untuk disiplin, patuh, taat, dan memberikan teladan. Jika kita ingin menggenjot penerimaan dari sektor PBB-P2 dan PKB, tentu contohnya harus dari kami dulu. Jangan berharap masyarakat taat jika ASN Kota Bogor sendiri tidak patuh,” tegas Dedie.

Berdasarkan laporan Kepala Bapenda Abdul Wahid dan Kepala Samsat Wawan Sudrajat, Dedie menyayangkan masih adanya pegawai yang belum menuntaskan kewajiban pajak mereka. Ia pun mengimbau agar para pegawai segera memprioritaskan pembayaran pajak agar benar-benar bisa menjadi panutan masyarakat.

Terkait tantangan perpajakan, Dedie memaparkan adanya tunggakan atau piutang pajak yang mencapai Rp600 miliar. Ia menginstruksikan Kepala Bapenda untuk mencari formula tepat guna mengajak masyarakat lebih taat pajak, termasuk menggarap potensi-potensi yang selama ini belum tergarap maksimal.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah kolaborasi dengan kantor ATR/BPN melalui pemanfaatan peta digital. “Dengan peta digital ini, kami bisa memiliki baseline yang kuat untuk melakukan perbaikan data pertanahan dan perpajakan, khususnya untuk PBB-P2,” jelas Dedie.

BACA JUGA :  ​Menuju Kepemimpinan Baru, Pendaftaran Ketua Kadin Kota Bogor Resmi Ditutup Hari ini

Sementara, Kepala Bapenda Kota Bogor, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa Pekan Panutan Pajak 2026 dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 4 dan 5 Maret 2026 di Plaza Balai Kota Bogor. Target utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kepatuhan 3.776 wajib pajak dari kalangan ASN dengan potensi pajak mencapai Rp8,3 miliar.

Untuk menarik minat wajib pajak, pemerintah menyediakan program relaksasi berupa diskon pajak sebesar 5% hingga 20% yang disesuaikan dengan ketetapan pajak masing-masing. Melalui stimulus ini, diharapkan ASN dapat memelopori budaya bayar pajak tepat waktu demi mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Bogor.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================