
BOGORTODAY.COM – Aliyyah Shihab, pengusaha ekspor-impor asal Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tidak menyangka perjalanan bisnisnya ke Timur Tengah berubah menjadi penantian panjang tanpa kepastian. Ia kini terjebak di Muscat, Oman, dan tidak dapat kembali ke Indonesia menyusul penutupan sejumlah bandara di kawasan tersebut imbas eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS).
Aliyyah mengisahkan, dirinya semula berada di Dubai sebelum seluruh penerbangan dari dan menuju bandara tersebut dibatalkan secara massal. Penutupan serupa, kata dia, turut melanda sejumlah negara Teluk lainnya.
“Semua pesawat dari Dubai itu di-cancel karena semua penerbangan di bandara semuanya tutup,” ujar Aliyyah, dikutip dari unggahan video di media sosial, Kamis (5/3/2026).
Ia merinci, penutupan bandara terjadi di Dubai, Abu Dhabi, Kuwait, Bahrain, dan Qatar. Kondisi itu memaksa banyak WNI yang hendak pulang ke Indonesia maupun yang sedang transit tertahan tanpa kepastian jadwal keberangkatan.
Meski sejumlah maskapai memberikan fasilitas akomodasi dan konsumsi kepada penumpang terdampak, Aliyyah menegaskan tidak semua WNI mendapat perlakuan yang sama. Keterbatasan kamar hotel menjadi kendala utama.
“Tidak semua WNI di sini mendapatkan fasilitas itu karena hotel-hotel di sini pun banyak yang penuh. Jadinya hanya beberapa WNI saja yang mendapat fasilitas hotel dan makan,” tuturnya.
Ia menambahkan, hingga kini masih banyak WNI yang terpaksa bermalam di area bandara tanpa mendapatkan tempat menginap.
“Masih banyak WNI yang terdampar di bandara. Mereka tidur di lantai-lantai bandara karena tidak mendapat hotel,” kata Aliyyah.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jumlah WNI yang terdampak serta langkah evakuasi yang akan diambil.
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















