China Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 4,5–5% di 2026, Fokus pada Industri dan Konsumsi Rumah Tangga

Mereka menyatakan dukungan besar tetap diarahkan ke industri strategis, sementara ekspansi program kesejahteraan sosial diperlambat. Subsidi dan insentif pajak lebih banyak diberikan untuk mendorong kapasitas industri dibandingkan mendorong daya beli masyarakat.

Rencana Stimulus dan Kebijakan Fiskal

China juga merencanakan defisit anggaran sebesar 4% dari PDB, hampir sama dengan tahun lalu, dengan kuota penerbitan utang khusus sebesar 1,3 triliun yuan (US$ 188,49 miliar) untuk pemerintah pusat dan 4,4 triliun yuan untuk pemerintah daerah.

BACA JUGA :  PHR Buka Program Magang 2026, Simak Syarat, Formasi, dan Jadwal Pendaftarannya

Selain itu, pemerintah berkomitmen menaikkan pensiun minimum bulanan sebesar 20 yuan per orang dan meningkatkan subsidi asuransi kesehatan dasar bagi masyarakat pedesaan yang tidak bekerja sebesar 24 yuan. Belanja di sektor pendidikan, layanan penitipan anak, dan reformasi rumah sakit publik juga menjadi prioritas.

Larry Hu, kepala ekonom China di Macquarie, memperkirakan kebijakan fiskal akan disesuaikan secara fleksibel berdasarkan kondisi ekonomi. “Jika ekspor tetap kuat, konsumsi domestik yang lemah mungkin ditoleransi. Sebaliknya, jika ekspor melemah, stimulus domestik akan ditingkatkan untuk mempertahankan target pertumbuhan PDB,” ujar Hu.

BACA JUGA :  Jetour T2 i-DM Siap Meluncur di Indonesia, SUV Plug-in Hybrid dengan Jarak Tempuh Tembus 1.000 Km

Langkah-langkah ini menunjukkan strategi China yang berupaya menyeimbangkan antara menjaga pertumbuhan ekonomi, memperkuat industri strategis, serta perlahan meningkatkan kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================