IDUL FITRI VS LEBARAN

IDUL FITRI
Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

HARI Raya Idul Fitri dan lebaran adalah dua istilah untuk momen yang sama, yaitu hari raya umat Islam pada satu syawal setelah puasa ramadan selama sebulan penuh. Persamaannya terletak pada momen waktu, tujuan ibadah (Shalat Id), dan tradisi silaturahmi saling bermaaf-maafan.

Perbedaannya, Hari Raya Idul Fitri adalah istilah religius (bahasa Arab) yang berarti kembali suci, sedangkan lebaran adalah istilah budaya khas Indonesia yang menekankan pada tradisi sosial. Nah inilah yang penulis ingin bahas, yaitu perbedaan antara Hari Raya Idul Fitri dengan lebaran.

Jika kita mau jujur kebanyakan level puasa ramadan masyarakat Indonesia adalah level satu, atau puasa tingkat awal, yaitu puasa yang hanya mementingkan puasa dari tidak makan, minum dan hal yang membatalkannya.

Puasa level ini belum bisa mengendalikan hawa nafsu, misal puasa tapi tidak shalat, puasa tapi masih ngerumpi, puasa tapi masih korupsi dan lain-lain kemaksiatan. Dengan kata lain, puasa level satu ini adalah puasa tradisi, bukan puasa sesuai dengan syariat Islam.

BACA JUGA :  Mengapa Air Zamzam Tidak Pernah Habis? Ini Penjelasan dari Sisi Keagamaan dan Ilmiah

Maka benar ada istilah lebaran, pengertian lebaran adalah istilah budaya khas Indonesia yang menekankan pada tradisi sosial dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Jadi intinya jika lebaran berhubungan dengan tradisi, sedang Idul Fitri berhubungan dengan syariat Islam.

Dan faktanya terbukti, muslim yang lebaran, ciri-cirinya adalah puasa tapi lebih mementingkan ngabuburit di mall, dari pada  i’tikaf di masjid. Puasa tapi lebih mementingkan baju baru, dari pada memperbarui keimanannya.

Puasa tapi lebih mementingkan mempersiapkan makan enak dan mahal di hotel atau cafe, dari pada mempersiapkan acara santunan untuk yatim piatu. Puasa tapi masih buka aurat. Puasa tapi main games seharian, dari pada membaca Kitab Suci Al Qur’an.

BACA JUGA :  Pemancing Asal Depok Meninggal di Situ Cikaret, Diduga Serangan Jantung

Bahkan ada yang lebih ekstrim, puasa tapi tidak shalat, puasa tapi berbohong, puasa tapi korupsi, puasa tapi mencuri, puasa tapi menyontek dan puasa tapi melakukan kemaksiatan.

Sedang muslim yang melakukan Idul Fitri adalah dengan ciri-ciri sebagai berikut puasa yang sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya. Puasa  ini sudah sesuai dengan syariat Islam, puasa juga rajin shalat berjamaah di masjid, puasa tambah dermawan, puasa tetap produktif saat bekerja, puasa tambah rajin membaca Al Qur’an dan puasa tetap istiqomah melakukan amal soleh.

Sehingga muslim yang melakukan Idul Fitri sesuai dengan arti Idul Fitri, yaitu kembali suci, ya karena telah melakukan amal soleh, insyaAllah semua dosanya sudah diampuni oleh Allah, sehingga bersih seperti layaknya bay yang baru lahiri. Jayalah Indonesiaku.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================