UI Luncurkan Sistem Akademik Baru SLCM, Siap Tampung 40 Ribu Pengguna Sekaligus

BOGORTODAY.COM – Universitas Indonesia (UI) resmi memperbarui sistem akademiknya dengan meluncurkan Student Lifecycle Management (SLCM) Academic sebagai pengganti sistem lama SIAK-NG yang telah digunakan selama hampir dua dekade.

Sistem baru ini diklaim mampu menampung hingga 40 ribu pengguna secara bersamaan serta terintegrasi dengan berbagai layanan digital di lingkungan kampus.

Peluncuran sistem tersebut menjadi bagian dari program transformasi digital UI yang diperkenalkan dalam acara UI Digital Leap 2026 yang digelar di Gedung Pusat Administrasi UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

Direktur Direktorat Transformasi Digital UI, Muhammad Rifqi Shihab menjelaskan bahwa sistem baru ini dikembangkan untuk mengatasi berbagai keterbatasan yang selama ini muncul pada sistem akademik lama.

“SIAK-NG itu akan crash kalau ada lebih dari 1.200 pengguna. Jadi sistem ini memang tidak mungkin aman untuk kebutuhan sekarang. Sistem ini kita siapkan untuk bisa meng-handle 30 sampai 40 ribu pengguna berbarengan,” ujar Rifqi.

Gantikan Sistem Akademik Lama

Rektor UI, Heri Hermansyah menyatakan bahwa pembaruan sistem akademik menjadi salah satu langkah penting dalam agenda transformasi digital universitas.

Menurutnya, sistem administrasi akademik UI telah digunakan hampir 20 tahun tanpa pembaruan besar, sehingga perlu dilakukan modernisasi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan kampus.

SLCM Academic dirancang untuk mengelola seluruh siklus akademik mahasiswa, mulai dari proses pendaftaran, kegiatan perkuliahan, hingga tahap kelulusan dan wisuda. Sistem ini juga terhubung dengan berbagai layanan lain seperti pembayaran kuliah, pengelolaan beasiswa, hingga penerbitan sertifikat digital.

BACA JUGA :  Atasi Perlintasan Sebidang, Pemkot Bogor Siapkan Flyover M.A. Salmun dan Underpass Kebon Pedes

Selain dari sisi kapasitas, sistem baru ini juga menghadirkan tampilan yang lebih modern dan ramah pengguna. Rifqi menambahkan bahwa SLCM dirancang dengan tingkat reliabilitas yang lebih tinggi sehingga diharapkan mampu mengurangi gangguan teknis yang sering terjadi pada sistem sebelumnya.

Terintegrasi dengan Berbagai Layanan Kampus

SLCM Academic menjadi salah satu dari sekitar 40 sistem digital yang dikembangkan UI sepanjang 2023 hingga 2024. Sistem ini nantinya akan menjadi pusat integrasi bagi berbagai layanan akademik di lingkungan kampus.

Dengan sistem baru tersebut, mahasiswa tidak lagi perlu mengisi data berulang kali pada berbagai aplikasi berbeda karena seluruh layanan akan saling terhubung dalam satu platform.

“Yang baru di sini adalah sistem ini siap terintegrasi dengan aplikasi-aplikasi lainnya. Dari perspektif mahasiswa nanti tidak perlu entri data dua kali dari penerimaan sampai ke sistem akademik,” jelas Rifqi.

Selain mempermudah proses administrasi akademik, integrasi ini juga membuka peluang kerja sama dengan layanan pembayaran mahasiswa serta pengelolaan program beasiswa.

Libatkan Mahasiswa dan Alumni

Pengembangan sistem digital UI tidak hanya melibatkan tenaga profesional internal kampus, tetapi juga menggandeng mahasiswa dan alumni yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi.

Wakil Rektor UI Bidang Infrastruktur dan Fasilitas, Agus Setiawan menyampaikan bahwa transformasi digital UI sepenuhnya memanfaatkan sumber daya internal universitas.

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Jadi Tantangan Kesehatan Global, Tim Ahli Pantau Potensi Wabah Secara Real-Time

“Dalam pengembangan transformasi digital ini seluruhnya melibatkan internal UI. Jadi dari UI, oleh UI, dan untuk UI,” ujarnya.

Sejumlah aplikasi kampus seperti sistem asrama, parkir, hingga wisuda bahkan dikembangkan oleh mahasiswa yang sedang menjalani program magang di Direktorat Transformasi Digital. Sementara pengembangan sistem yang lebih kompleks turut melibatkan alumni UI yang berpengalaman di bidang teknologi.

Kolaborasi Lintas Fakultas

Proses pengembangan berbagai sistem digital di UI juga melibatkan kolaborasi lintas fakultas dan lembaga di lingkungan kampus. Tim dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Lembaga Sains Terapan MIPA, hingga Lembaga Teknologi Fakultas Teknik berkontribusi dalam pengembangan aplikasi tersebut.

Bahkan materi visual dan video yang ditampilkan dalam acara peluncuran juga dikerjakan oleh mahasiswa dan alumni UI, termasuk dari program studi Broadcast di Vokasi UI.

Melalui kolaborasi tersebut, UI menargetkan terciptanya layanan kampus yang lebih efisien dan terintegrasi di berbagai sektor, mulai dari akademik, keuangan, riset, hingga operasional kampus seperti pengelolaan parkir dan asrama.

Program UI Digital Leap 2026 juga menjadi langkah awal bagi universitas untuk memperkuat kapasitas digitalnya sebelum mengembangkan sistem yang lebih canggih berbasis kecerdasan buatan.

“Makanya judulnya Digital Leap, kita akan membuat lompatan-lompatan yang lebih jauh agar UI menjadi lebih unggul dan impactful,” ujar Agus Setiawan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================