BOGORTODAY.COM – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menyoroti lonjakan harga minyak dunia yang terjadi setelah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Dalam sepekan sejak serangan militer terjadi, harga minyak mentah dilaporkan melonjak lebih dari 30 persen hingga menembus angka 107 dolar AS per barel.
Menurut Eddy, kenaikan harga minyak diperkirakan masih berpotensi berlanjut apabila konflik berlangsung dalam waktu lama. Ia menilai lonjakan yang terjadi secara cepat dan signifikan dapat memberikan tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia mengikuti diskusi melalui konferensi daring bersama sejumlah pengamat energi dan mantan pelaku industri perbankan yang bergerak di bidang perdagangan komoditas.
Diskusi itu membahas proyeksi harga minyak global dalam jangka pendek, khususnya jika konflik geopolitik berlangsung selama tiga hingga dua belas bulan ke depan.
Eddy menjelaskan bahwa sejumlah negara besar seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan yang selama ini bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah kemungkinan akan mencari sumber alternatif.
Negara-negara tersebut berpotensi beralih ke pemasok lain seperti Nigeria, Angola, dan Brasil, yang juga merupakan pemasok energi bagi Indonesia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















