Konflik AS–Israel dan Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, MPR Ingatkan Dampaknya ke APBN

Kondisi ini berpotensi memicu persaingan yang lebih ketat dalam memperoleh pasokan minyak mentah di pasar global. Indonesia, sebagai negara pengimpor energi, bisa saja harus bersaing dengan negara-negara besar yang memiliki kebutuhan energi sangat tinggi.

Eddy juga menyoroti dampak langsung terhadap perekonomian nasional. Ia menyebut kebutuhan minyak Indonesia mencapai sekitar 1 juta barel per hari. Jika harga minyak terus meningkat sementara nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, maka biaya impor energi akan semakin besar.

Dalam asumsi makro APBN, harga minyak mentah ditetapkan sekitar 70 dolar AS per barel dengan target defisit anggaran sekitar 2,68 persen terhadap PDB. Namun, jika harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS per barel, ia memperkirakan defisit anggaran berpotensi meningkat hingga lebih dari 3,6 persen.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Parung, Negara Rugi Rp9,1 Miliar

Data tahun 2025 juga menunjukkan Indonesia mengimpor sekitar 17,6 juta ton minyak mentah dan 37,8 juta ton produk petroleum dengan nilai mencapai 32,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp551 triliun. Jika volume impor tetap sama sementara harga energi naik, kebutuhan devisa negara tentu akan meningkat.

Selain harga, Eddy juga mengingatkan potensi gangguan pasokan energi global, terutama jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terganggu. Penutupan jalur tersebut dapat memicu defisit pasokan global sehingga banyak negara berlomba mendapatkan sumber energi pengganti, bahkan dengan harga lebih tinggi dari pasar.

BACA JUGA :  Dinar Candy Syukuran Rumah Ketiga di BSD, Ungkap Perjuangan dan Rahasia Kelola Keuangan

Ia meyakini pemerintah telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kondisi ini, termasuk dengan mencari alternatif pasokan energi dari negara lain seperti Amerika Serikat. Diversifikasi sumber impor dinilai penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada satu kawasan saja.

Meski demikian, Eddy menekankan bahwa tantangan terbesar bagi negara-negara pengimpor energi adalah menjaga ketahanan fiskal apabila harga minyak dunia terus melonjak dalam jangka panjang.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================