Dua Spesies Marsupial yang Diduga Punah Ribuan Tahun Ditemukan Hidup di Papua

BOGORTODAY.COM – Para ilmuwan menemukan kembali dua spesies marsupial yang selama ini diyakini telah punah sejak hampir 6.000 tahun lalu. Kedua hewan tersebut ternyata masih hidup di kawasan hutan hujan terpencil di Semenanjung Vogelkop, wilayah Papua Barat, Indonesia.

Penemuan ini melibatkan spesies Tous ayamaruensis yang dikenal sebagai glider ekor cincin dan Dactylopsila kambuayai atau possum jari panjang kerdil. Selama ini, para peneliti hanya mengetahui keberadaan kedua hewan tersebut melalui catatan fosil dari masa lampau.

Petunjuk awal mengenai kemungkinan keberadaan mereka sebenarnya sudah muncul sejak 1999. Namun, para peneliti membutuhkan waktu lebih dari dua dekade untuk mendapatkan bukti yang cukup, termasuk dokumentasi foto yang memastikan bahwa kedua spesies tersebut memang masih bertahan hidup di alam liar.

Penelitian ini dipimpin oleh Tim Flannery dari Melbourne Sustainable Society Institute serta peneliti tamu di Australian Museum. Menurut Flannery, wilayah Vogelkop memiliki sejarah geologi yang sangat tua dan berkaitan erat dengan daratan Australia di masa lalu.

Ia menjelaskan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan bagian dari benua Australia yang kemudian menyatu dengan Pulau Papua. Karena sejarah geologinya yang unik, hutan di wilayah itu berpotensi menyimpan banyak spesies purba yang belum terungkap.

BACA JUGA :  HGB Kedaluwarsa Sejak 2017, Petani Geruduk BPN Kabupaten Bogor

Marsupial sendiri merupakan kelompok mamalia yang memiliki kantong khusus untuk membawa dan merawat anaknya setelah lahir. Sebelum penemuan ini, glider ekor cincin dan possum jari panjang kerdil hanya diketahui dari fosil yang berasal dari akhir zaman es dan awal periode Holocene.

Possum jari panjang kerdil memiliki ciri khas berupa satu jari yang sangat panjang pada setiap tangannya, bahkan panjangnya bisa dua kali lipat dibanding jari lainnya. Sementara itu, glider ekor cincin merupakan kerabat dari glider besar di Australia yang termasuk dalam genus Petauroides, hewan yang mampu meluncur dari satu pohon ke pohon lain menggunakan membran kulit di tubuhnya.

Namun, ukuran glider ekor cincin lebih kecil dibanding kerabatnya di Australia. Hewan ini juga memiliki telinga tanpa bulu serta ekor yang dapat mencengkeram dahan untuk membantu bergerak di pepohonan.

Para peneliti menyebut kedua spesies tersebut sebagai “Lazarus taxa”, yaitu istilah bagi organisme yang dianggap telah punah dalam catatan fosil tetapi kemudian ditemukan kembali hidup di alam.

Penemuan kembali hewan ini tidak lepas dari peran masyarakat adat setempat. Tim peneliti bekerja sama dengan para tetua dari suku Tambrauw dan Maybrat yang membantu melacak keberadaan spesies tersebut di hutan.

BACA JUGA :  Ubah Kebiasaan Makan Siang, Risiko Tekanan Darah Tinggi Bisa Berkurang

Beberapa kelompok masyarakat lokal bahkan menganggap glider ekor cincin sebagai makhluk suci yang harus dilindungi. Kepercayaan ini diduga turut membantu menjaga keberlangsungan spesies tersebut hingga saat ini.

Meski demikian, kedua hewan tersebut tetap menghadapi ancaman serius, terutama dari aktivitas penebangan hutan. Glider ekor cincin misalnya, hanya melahirkan satu anak setiap tahun dan biasanya bersarang di lubang pohon, sehingga sangat rentan terhadap kerusakan habitat.

Sementara itu, possum jari panjang kerdil diduga memiliki kemampuan pendengaran khusus untuk mendeteksi suara larva serangga di dalam kayu. Dengan jari panjangnya, hewan ini menggali kayu busuk untuk mencari makanan.

Banyak aspek dari kehidupan kedua spesies ini yang masih belum diketahui, termasuk wilayah sebaran dan kebutuhan ekologinya. Untuk melindungi mereka dari perburuan ilegal, lokasi penemuan spesifiknya sengaja dirahasiakan.

Hasil penelitian tentang penemuan kembali dua marsupial tersebut dipublikasikan pada 6 Maret dalam jurnal ilmiah Records of the Australian Museum. Para peneliti menilai temuan ini menegaskan pentingnya menjaga kawasan hutan di Papua yang menyimpan keanekaragaman hayati unik dan belum sepenuhnya terungkap.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================