BOGORTODAY.COM – Perjalanan mudik yang menempuh jarak ratusan kilometer sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, terutama jika si kecil rentan mengalami mabuk perjalanan.
Kondisi ini memang bisa menyerang siapa saja, namun anak-anak di rentang usia 2 hingga 12 tahun diketahui memiliki sensitivitas yang lebih tinggi.
Mengapa Mabuk Perjalanan Terjadi?
Secara medis, mabuk perjalanan atau motion sickness terjadi akibat adanya konflik sensorik di dalam otak. Saat berada di kendaraan, mata mungkin melihat kondisi yang tampak diam (seperti bagian dalam mobil), namun telinga bagian dalam mendeteksi adanya pergerakan. Ketidaksinkronan sinyal inilah yang memicu rasa pusing, mual, hingga muntah.
Agar momen pulang kampung tetap nyaman dan berkesan, berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa Anda lakukan:
- Atur Posisi Duduk yang Strategis
Pemilihan kursi sangat menentukan kenyamanan. Di dalam mobil, posisikan anak di baris depan atau tengah di mana guncangan tidak terlalu terasa.
Jika mudik menggunakan pesawat, pilihlah kursi di area tengah atau sejajar dengan sayap untuk mendapatkan stabilitas maksimal.
- Fokuskan Pandangan ke Cakrawala
Ajaklah si kecil untuk menatap pemandangan jauh ke arah depan, bukan ke samping. Hindari membiarkan anak terpaku melihat kendaraan lain yang melaju cepat di sisi jendela, karena gerakan cepat yang ditangkap mata secara terus-menerus dapat mempercepat rasa mual.
- Batasi Penggunaan Gadget dan Buku
Membaca buku atau bermain game di ponsel saat kendaraan bergerak memaksa mata bekerja keras fokus pada satu titik di tengah guncangan.
Hal ini sangat cepat memicu kelelahan saraf mata yang berujung pada pusing. Simpan dulu gawai mereka hingga tiba di tempat tujuan atau saat beristirahat.
- Perhatikan Asupan Sebelum Berangkat
Jangan biarkan anak makan terlalu kenyang atau mengonsumsi minuman bersoda sebelum perjalanan dimulai.
Gas dan makanan berat dapat memperburuk kondisi pencernaan. Sebaiknya, berikan camilan ringan rendah lemak dan air putih untuk menjaga hidrasi.
- Jaga Sirkulasi Udara dan Aroma Kabin
Udara yang pengap bisa menjadi pemicu mual. Sesekali, bukalah jendela untuk membiarkan udara segar masuk.
Anda juga bisa menyiapkan aromaterapi lembut, namun pastikan baunya tidak terlalu tajam agar tidak justru memancing keinginan untuk muntah.
- Gunakan Obat Anti-Mabuk Jika Perlu
Obat mual dapat menjadi solusi terakhir yang efektif. Biasanya, obat ini dikonsumsi sekitar 30-60 menit sebelum mesin kendaraan dinyalakan.
Namun, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu mengenai dosis yang tepat untuk usia anak Anda.
- Teknik Pengalihan Perhatian
Jika anak mulai mengeluh pusing, alihkan perhatiannya dengan kegiatan interaktif. Mengajaknya mengobrol, bernyanyi bersama, atau mendengarkan musik favorit adalah cara jitu untuk membuat otak mereka lupa pada rasa tidak nyaman tersebut.
- Berkendara dengan Stabil
Bagi Anda yang membawa kendaraan pribadi, jagalah kecepatan agar tetap konstan. Hindari pengereman mendadak atau manuver tajam.
Jika anak sudah mulai menunjukkan gejala mabuk yang parah, jangan ragu untuk menepi sejenak di rest area agar mereka bisa menghirup udara segar dan merilekskan tubuh.
- Keajaiban Jahe dan Teh Hangat
Jahe dikenal memiliki kandungan alami yang ampuh meredakan mual. Memberikan permen jahe atau memberikan seduhan teh hangat saat beristirahat dapat membantu menenangkan perut si kecil yang sedang bergejolak.
Dengan persiapan yang matang dan penanganan yang tepat, perjalanan jauh bukan lagi menjadi momok bagi si kecil. Selamat mudik dan semoga perjalanan Anda sekeluarga aman sampai tujuan!
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















