
BOGORTODAY.COM – Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dengan mengirimkan pasukan marinir serta sejumlah kapal perang tambahan.
Langkah ini dilakukan di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada keamanan jalur pelayaran internasional.
Dua pejabat pemerintah AS yang dikutip oleh CBS News menyebutkan bahwa pengerahan tersebut melibatkan formasi amphibious ready group (ARG) serta satuan ekspedisi marinir.
Formasi ARG merupakan kelompok kapal perang yang mampu membawa pasukan darat, helikopter, hingga pesawat tempur untuk berbagai operasi militer.
Menurut salah satu pejabat, armada tersebut akan dipimpin oleh kapal serbu amfibi USS Tripoli yang saat ini berbasis di Jepang. Dalam satu formasi operasional, kapal ini biasanya membawa sekitar 5.000 personel yang terdiri dari pelaut dan marinir yang tersebar di beberapa kapal perang pendukung.
Dampak Konflik di Selat Hormuz
Pengerahan pasukan tambahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa militer AS telah menghancurkan infrastruktur militer Iran di Pulau Kharg yang berada di kawasan Selat Hormuz. Wilayah tersebut merupakan jalur strategis yang sangat penting bagi pengiriman minyak dunia.
Situasi keamanan di kawasan itu semakin memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah. Serangan tersebut berdampak pada terganggunya beberapa pusat perjalanan udara internasional dan memicu lonjakan harga minyak global.
Ketika ditanya mengenai rencana pengawalan kapal tanker di Selat Hormuz, Presiden Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan segera mulai melakukan pengamanan jalur pelayaran tersebut.
Persetujuan Pentagon dan Penguatan Pertahanan
Laporan dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa permintaan penambahan pasukan diajukan oleh United States Central Command, komando militer AS yang bertanggung jawab atas wilayah Timur Tengah. Permintaan tersebut kemudian disetujui oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Selain mengirim pasukan, Amerika Serikat juga dilaporkan memindahkan sebagian sistem pertahanan rudalnya dari Korea Selatan ke kawasan Timur Tengah. Informasi tersebut dikutip oleh The Washington Post serta sejumlah media Korea Selatan.
Iran Bersumpah Terus Melawan
Di pihak lain, pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pidato publik pertamanya sejak menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, ia menegaskan bahwa Teheran akan tetap memblokir Selat Hormuz.
Mojtaba juga berjanji akan membalas kematian warga Iran yang tewas dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia sekaligus memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak menyediakan wilayahnya sebagai pangkalan militer bagi AS.
Ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut menimbulkan kekhawatiran global, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Jika konflik terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan pasokan energi global.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















