Tips Menyimpan Ketupat Agar Tidak Cepat Basi Saat Lebaran

BOGORTODAY.COM Ketupat merupakan salah satu hidangan yang identik dengan perayaan Hari Raya Idulfitri. Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa ini hampir selalu hadir di meja makan saat Lebaran.

Cita rasanya yang khas dengan tekstur lembut membuat ketupat menjadi pelengkap berbagai hidangan seperti opor ayam, rendang, maupun sayur labu.

Namun, ketupat biasanya dibuat dalam jumlah cukup banyak untuk disajikan kepada keluarga dan tamu.

Karena itu, cara penyimpanan yang tepat sangat penting agar ketupat tidak cepat basi. Jika disimpan dengan cara yang kurang tepat, ketupat dapat cepat rusak dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar ketupat tetap tahan lama dan tetap enak disantap.

1. Simpan Ketupat di Dalam Kulkas

Salah satu cara paling mudah untuk menjaga ketupat tetap awet adalah dengan menyimpannya di dalam kulkas. Menurut Prof. Sugiyono dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, penyimpanan di lemari pendingin dapat memperlambat proses pembusukan pada ketupat.

Ketupat yang disimpan di kulkas umumnya dapat bertahan sekitar tujuh hingga sembilan hari. Meski demikian, teksturnya biasanya akan menjadi lebih padat atau keras. Untuk mengembalikan kelembutannya, ketupat dapat dipanaskan kembali dengan cara dikukus sebelum disajikan.

BACA JUGA :  Putri Thailand Bajrakitiyabha Mahidol Wafat di Usia 47 Tahun Setelah 3 Tahun Menjalani Perawatan

2. Gunakan Daun Pembungkus yang Tepat

Ketahanan ketupat juga dipengaruhi oleh jenis daun yang digunakan sebagai pembungkus. Daun janur muda dari pohon kelapa merupakan pilihan yang paling sering digunakan karena memiliki tekstur yang lentur dan tidak mudah robek.

Di beberapa daerah, masyarakat juga memanfaatkan daun lontar atau daun pandan. Daun yang masih muda dan kuat akan melindungi ketupat dengan lebih baik sehingga membantu menjaga kualitasnya lebih lama.

3. Tambahkan Air Kapur Sirih pada Beras

Salah satu cara tradisional yang sering digunakan agar ketupat lebih tahan lama adalah dengan menambahkan sedikit air kapur sirih pada beras sebelum dimasukkan ke dalam anyaman ketupat. Cara ini dipercaya dapat membuat tekstur ketupat menjadi lebih padat sehingga tidak mudah basi.

Setelah proses perebusan selesai, ketupat sebaiknya segera ditiriskan dan diangin-anginkan. Hal ini penting agar permukaan ketupat cepat kering dan tidak lembap.

Selain itu, ketupat sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di dalam air rebusan. Kondisi tersebut dapat membuat ketupat menjadi terlalu basah dan mempercepat proses pembusukan.

BACA JUGA :  Bolehkah Minum Susu Mentah? Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

4. Bilas dengan Air Dingin Setelah Matang

Setelah ketupat matang, langkah berikutnya adalah menyiramnya dengan air dingin. Cara ini berguna untuk membersihkan sisa-sisa air rebusan, lendir, maupun kotoran yang mungkin menempel pada permukaan ketupat.

Membersihkan ketupat dengan air dingin juga dapat membantu mengurangi kemungkinan pertumbuhan jamur dan bakteri yang dapat menyebabkan ketupat cepat basi.

5. Gantung Ketupat Agar Cepat Kering

Cara lain yang cukup efektif adalah menggantung ketupat di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Dengan menggantungnya, sisa air rebusan dapat menetes sehingga ketupat lebih cepat kering.

Ketupat yang digantung dan dibiarkan kering pada suhu ruang umumnya dapat bertahan sekitar dua hingga tiga hari tanpa mengalami pembusukan.

Dengan menerapkan beberapa cara tersebut, ketupat dapat disimpan lebih lama dan tetap nikmat untuk disantap bersama keluarga selama perayaan Lebaran. Cara penyimpanan yang tepat juga membantu menjaga kualitas makanan agar tetap aman dikonsumsi.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================