
“Sepak bola saat ini sudah berubah. Sekarang ada lebih banyak jumlah pemain dalam skuad, kuota substitusi yang lebih banyak, serta ketersediaan dana besar untuk investasi di bidang sport science dan persiapan fisik,” tambahnya.
Statistik menunjukkan bahwa klub Italia memang tengah mengalami krisis prestasi di Eropa. Sejak Inter Milan meraih treble di bawah arahan José Mourinho pada musim 2009-10, belum ada satu pun klub Serie A yang mampu mengangkat trofi Si Kuping Besar. Meskipun Juventus dan Inter sempat mencapai partai final, keduanya gagal di rintangan terakhir.
Del Piero, yang merengkuh trofi Liga Champions bersama Juventus pada 1996, menekankan pentingnya profesionalisme total untuk mengejar ketertinggalan. “Ada ruang besar untuk perbaikan karena tim-tim di liga lain terus melakukannya (berinovasi),” tegasnya.
Kritik ini muncul di momen krusial bagi sepak bola Italia. Selain kegagalan di level klub, tim nasional Italia juga tengah berada di bawah tekanan besar. Gli Azzurri sedang bersiap menghadapi babak play-off Piala Dunia demi menghindari kegagalan lolos untuk ketiga kalinya secara beruntun, setelah sebelumnya absen pada edisi 2018 dan 2022.
Del Piero berharap klub-klub Italia segera berbenah dan berhenti mencari alasan, demi mengembalikan kejayaan sepak bola Negeri Pizza di mata dunia.*
Editor : Aditya Nugraha
Sumber : Liga Olahraga
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















