
Zat-zat ini memicu peradangan kronis, meningkatkan tekanan darah, dan menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL). Kondisi ini mempercepat pembentukan plak di arteri, yang menjadi penyebab utama serangan jantung dan stroke.
- Risiko Diabetes Tipe 2
UPF sering kali mengandung karbohidrat olahan yang cepat diserap tubuh, menyebabkan lonjakan gula darah secara mendadak. Jika kebiasaan ini berlanjut, pankreas akan bekerja ekstra keras menghasilkan insulin.
Lama-kelamaan, sel tubuh menjadi tidak peka terhadap insulin (resistensi insulin), yang merupakan pintu masuk utama penyakit diabetes tipe 2.
- Gangguan Ekosistem Usus dan Metabolisme
Penelitian dalam jurnal Science Direct mengungkapkan bahwa UPF dapat merusak keseimbangan mikrobiota atau bakteri baik di usus. Konsumsi UPF berlebih meningkatkan produksi zat pemicu peradangan seperti hidrogen sulfida dan LPS.
Di sisi lain, produksi butirat—zat penting yang menjaga lapisan usus dan memperkuat imun—justru menurun drastis.
Ketidakseimbangan ini mengganggu metabolisme tubuh secara keseluruhan dan membuat seseorang lebih rentan terhadap berbagai penyakit infeksi maupun degeneratif.
Menghindari UPF sepenuhnya mungkin sulit di era modern, namun membatasi konsumsinya adalah langkah krusial.
Mulailah beralih ke real food atau makanan minim proses (seperti buah segar, sayuran, dan protein tanpa olahan pabrik) untuk investasi kesehatan masa depan Anda.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















