Ancaman di Balik Kelezatan: Mengenal Bahaya UPF bagi Tubuh

Zat-zat ini memicu peradangan kronis, meningkatkan tekanan darah, dan menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL). Kondisi ini mempercepat pembentukan plak di arteri, yang menjadi penyebab utama serangan jantung dan stroke.

  1. Risiko Diabetes Tipe 2

UPF sering kali mengandung karbohidrat olahan yang cepat diserap tubuh, menyebabkan lonjakan gula darah secara mendadak. Jika kebiasaan ini berlanjut, pankreas akan bekerja ekstra keras menghasilkan insulin.

Lama-kelamaan, sel tubuh menjadi tidak peka terhadap insulin (resistensi insulin), yang merupakan pintu masuk utama penyakit diabetes tipe 2.

  1. Gangguan Ekosistem Usus dan Metabolisme
BACA JUGA :  MENJAGA AKIDAH ISLAM DI TENGAH BERAGAM ARUS PEMIKIRAN KEISLAMAN

Penelitian dalam jurnal Science Direct mengungkapkan bahwa UPF dapat merusak keseimbangan mikrobiota atau bakteri baik di usus. Konsumsi UPF berlebih meningkatkan produksi zat pemicu peradangan seperti hidrogen sulfida dan LPS.

Di sisi lain, produksi butirat—zat penting yang menjaga lapisan usus dan memperkuat imun—justru menurun drastis.

BACA JUGA :  Erick Thohir Sambut Positif Kehadiran Shin Tae-yong di Persija, Diyakini Dongkrak Kualitas Liga

Ketidakseimbangan ini mengganggu metabolisme tubuh secara keseluruhan dan membuat seseorang lebih rentan terhadap berbagai penyakit infeksi maupun degeneratif.

Menghindari UPF sepenuhnya mungkin sulit di era modern, namun membatasi konsumsinya adalah langkah krusial.

Mulailah beralih ke real food atau makanan minim proses (seperti buah segar, sayuran, dan protein tanpa olahan pabrik) untuk investasi kesehatan masa depan Anda.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================