Bukan Sekadar Camilan Manis, Cokelat Ternyata Bisa Menekan Risiko Kematian Dini

Cokelat
Ilustrasi Makan Cokelat. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Selama ini, cokelat sering kali dicap sebagai musuh diet karena kandungan gula dan lemaknya yang tinggi, serta kerap dikaitkan dengan risiko kenaikan berat badan dan diabetes.

Namun, sebuah temuan ilmiah terbaru justru membalikkan stigma tersebut. Ternyata, mengonsumsi cokelat dalam porsi yang tepat justru dapat memberikan efek positif bagi kesehatan, bahkan berpotensi menurunkan risiko kematian.

Temuan Mengejutkan dari Harokopio University

BACA JUGA :  Hilang Kendali, Truk Boks Hantam Tiang dan Motor di Bogor

Menjelang momen Paskah yang identik dengan banjir produk cokelat di pusat perbelanjaan, para peneliti dari Harokopio University of Athens mempublikasikan hasil studi mereka dalam jurnal Frontiers in Nutrition.

Tidak tanggung-tanggung, analisis ini dilakukan dengan mengobservasi data pola makan dan tingkat kematian dari lebih dari tiga juta responden. Hasilnya cukup mencengangkan:

  • Individu yang rutin mengonsumsi cokelat tercatat memiliki risiko kematian dari berbagai penyebab 10% lebih rendah.
  • Risiko kematian dini akibat penyakit jantung pun terpangkas hingga 16% pada kelompok tersebut.
BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Museum Pajajaran Mulai Dibuka Resmi untuk Umum

Kekuatan di Balik Proses Fermentasi

Apa yang membuat cokelat menjadi bermanfaat? Rahasianya terletak pada proses fermentasi. Para peneliti menjelaskan bahwa proses pembuatan cokelat—yang melibatkan fermentasi—dapat menciptakan senyawa bioaktif yang kaya akan antioksidan dan berbagai vitamin esensial.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================