
Di ruang Oval Office pada Selasa (24/3/2026), Trump memberikan pernyataan misterius kepada jurnalis. Ia mengeklaim bahwa Iran telah memberikan “hadiah” yang sangat bernilai tinggi bagi Amerika Serikat.
“Kemarin mereka melakukan sesuatu yang luar biasa. Sebuah hadiah telah tiba hari ini, dan nilainya sangat besar. Bagi saya, ini pertanda bahwa kita sedang bernegosiasi dengan pihak yang tepat,” ujar Trump tanpa merinci bentuk fisik atau isi dari hadiah tersebut. Namun, ia memberikan petunjuk bahwa hal itu berkaitan erat dengan situasi di Selat Hormuz.
Klaim sepihak dari Trump ini muncul di tengah sikap sang presiden yang dianggap tidak konsisten dalam beberapa hari terakhir.
Trump sempat menunjukkan retorika yang berubah cepat, mulai dari ancaman serangan militer besar-besaran hingga pernyataan mendadak bahwa konflik telah hampir usai.
Selat Hormuz: Titik Tawar Tertinggi
Hingga saat ini, Teheran belum memberikan konfirmasi resmi terkait adanya pembicaraan formal maupun pemberian “hadiah” sebagaimana diklaim oleh Trump.
Perlu dipahami bahwa Selat Hormuz tetap menjadi titik paling krusial dalam ketegangan ini. Sebagai jalur distribusi minyak dan gas utama dunia, Iran kerap menggunakan ancaman blokade di selat tersebut sebagai instrumen daya tawar politik untuk menghadapi tekanan ekonomi dari koalisi AS-Israel. Jika benar Iran memberikan konsesi terkait jalur pelayaran ini, hal tersebut bisa menjadi titik balik besar bagi stabilitas pasar energi global.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















