Eskalasi Timur Tengah: Serangan Balasan Iran Dampak Kerusakan Armada Pesawat di Bandara Dubai

BOGORTODAY.COM – Situasi keamanan di kawasan Teluk semakin mencekam. Laporan terbaru dari Wall Street Journal pada Rabu (25/3/2026) mengungkapkan bahwa serangan udara yang diluncurkan Iran telah menyebabkan kerusakan fisik pada sejumlah armada penerbangan komersial yang tengah terparkir di Bandara Internasional Dubai.

Meskipun otoritas melaporkan tidak ada pesawat yang ditembak jatuh saat mengudara, jatuhnya serpihan rudal dan proyektil di area bandara menjadi ancaman nyata bagi infrastruktur penerbangan sipil.

Armada Raksasa Turut Terdampak

Insiden ini mencatatkan kerusakan pada beberapa jenis pesawat, di antaranya:

  • Emirates A380: Pesawat penumpang terbesar di dunia ini dilaporkan terkena hantaman serpihan saat sedang parkir.
  • Saudia Airlines A321: Armada milik maskapai Arab Saudi ini juga mengalami kerusakan serupa.
  • Pesawat Jet Pribadi: Setidaknya tiga unit jet pribadi dilaporkan terdampak di lokasi yang sama.
BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Merosot Hampir 3 Persen, Pasar Merespons Sinyal Redanya Ketegangan AS-Iran

Kerusakan di pusat penerbangan utama dunia seperti Dubai menggarisbawahi betapa rentannya jalur udara komersial di tengah konflik geopolitik yang memanas, meskipun operasional penerbangan masih diupayakan tetap berjalan.

Langkah Darurat dan Pengalihan Rute dari Indonesia

Sebagai respons atas ancaman drone dan rudal, Uni Emirat Arab (UEA) telah menetapkan koridor penerbangan khusus dan menyiagakan jet tempur untuk melindungi pesawat komersial.

Otoritas Penerbangan Sipil Dubai juga sempat menangguhkan aktivitas di bandara sebagai langkah preventif demi keselamatan penumpang.

Gangguan ini berdampak langsung pada penerbangan dari tanah air. Tercatat dua penerbangan Emirates dari Indonesia terpaksa dialihkan pada Senin (16/3/2026):

  1. Penerbangan EK 359 (Jakarta-Dubai): Membawa sekitar 309 penumpang, dialihkan ke Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi.
  2. Penerbangan EK 399 (Denpasar-Dubai): Membawa sekitar 300 penumpang, dialihkan ke Bandara Internasional Al Maktoum.
BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

Latar Belakang Konflik: Aksi dan Reaksi

Ketegangan regional ini merupakan puncak dari rentetan serangan sejak 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi gabungan terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran merespons dengan meluncurkan serangan drone serta rudal secara masif yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, hingga negara-negara Teluk yang menjadi basis aset militer AS. Eskalasi ini tidak hanya menelan korban jiwa dan merusak infrastruktur, tetapi juga mengguncang pasar global dan stabilitas penerbangan internasional.

Hingga saat ini, pihak otoritas bandara belum memberikan kepastian mengenai kapan jadwal penerbangan akan kembali normal sepenuhnya, mengingat situasi keamanan yang masih sangat fluktuatif.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================