
Meski sains menawarkan teori, bagi umat beriman, peristiwa ini tetaplah mukjizat murni—intervensi langsung Sang Pencipta. Berdasarkan kitab suci, berikut alur peristiwanya:
- Tantangan Ahli Sihir: Perselisihan dimulai saat Nabi Musa AS menunjukkan mukjizat tongkat menjadi ular yang menelan sihir para ahli Firaun. Kejadian ini membuat para penyihir beriman, namun justru memicu amarah besar Firaun.
- Pengejaran di Tepi Laut: Firaun mengerahkan pasukannya untuk memburu Bani Israil. Saat tiba di tepi Laut Merah, kaum Musa merasa terjepit antara lautan luas dan pasukan bersenjata di belakang mereka.
- Perintah Memukul Laut: Allah SWT mewahyukan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke permukaan air. Seketika, laut terbelah menjadi jalan kering dengan dinding air yang kokoh di kanan dan kiri.
- Tenggelamnya Tirani: Setelah Musa dan pengikutnya sampai di seberang, Firaun dan pasukannya mencoba menyusul. Namun, atas kuasa Allah, air kembali menutup dan menenggelamkan mereka semua.
Bukti Arkeologi dan Dalil Suci
Dukungan sejarah juga diperkuat oleh temuan beberapa peneliti (seperti yang dicatat dalam buku Menguak Rahasia Sejarah Dunia) yang mengklaim menemukan sisa-sisa roda kereta kuda dan struktur tulang di dasar Laut Merah yang diduga milik pasukan Firaun.
Al-Qur’an mengabadikan momen ini dalam beberapa ayat, di antaranya:
“Lalu, Kami wahyukan kepada Musa, ‘Pukullah laut dengan tongkatmu itu.’ Maka, terbelahlah (laut itu) dan setiap belahan seperti gunung yang sangat besar.” (QS. Ash-Syu’ara: 63)
Peristiwa ini menjadi pengingat abadi bahwa bagi Sang Pencipta, hukum alam hanyalah alat yang bisa diubah sesuai kehendak-Nya demi menunjukkan kebenaran bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















