BOGORTODAY.COM – Momen Idulfitri selalu menyisakan kehangatan yang mendalam, terutama melalui tradisi silaturahmi. Dalam Islam, menjalin ikatan antarsesama bukan sekadar tradisi sosial setahun sekali, melainkan amalan spiritual yang sangat dianjurkan.
Syawal sering kali dijuluki sebagai “bulan silaturahmi”—sebuah periode emas yang dinanti umat Muslim sedunia untuk merajut kembali tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang.
Menurut Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid dalam bukunya Harian Orang Islam, Syawal menjadi ruang bagi kita untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Di bulan ini, kunjungan ke rumah keluarga, kerabat, hingga sahabat lama bertransformasi menjadi aliran berkah dan ampunan dari Allah Swt.
Korelasi Spiritual: Mengapa Silaturahmi Melapangkan Rezeki?
Sering kali kita menganggap rezeki hanya lahir dari kerja keras dan strategi bisnis. Namun, Ustadz Syauqi Abdillah Zein melalui karyanya Jurus-Jurus Langit Pengguyur Rezeki mengingatkan bahwa ada “faktor langit” yang memengaruhi kesejahteraan kita, salah satunya adalah kualitas hubungan antarmanusia.
Hal ini dipertegas oleh sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim:
“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari No. 5986)
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















