
Optimalkan Aset dan Kontribusi PAD
Selain infrastruktur, sektor finansial juga menjadi sorotan. Sebagai salah satu BUMD tersehat di Kota Bogor dengan nilai aset mendekati Rp800 miliar (sebelum valuasi), Tirta Pakuan dituntut terus meningkatkan Key Performance Indicator (KPI).
“Tirta Pakuan berkontribusi besar terhadap dividen daerah. Saya minta jajaran direksi baru menuntaskan penataan aset dan permasalahan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) agar kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) semakin optimal,” tambahnya.
Saat ini, cakupan layanan Tirta Pakuan telah menjangkau 72 persen warga Kota Bogor. Dedie berharap duet Muzakkir dan Dani dapat meningkatkan kualitas layanan melalui manajemen yang lebih handal.
Satu Jabatan Masih Kosong
Meski dua direksi telah resmi menjabat, posisi Direktur Administrasi dan Keuangan masih kosong. Dedie menyatakan akan segera berkonsultasi kembali dengan Kemendagri terkait pengisian posisi tersebut.
“Kami akan konsultasikan apakah harus dilakukan seleksi ulang atau bisa mengambil dari kandidat yang sudah lolos panitia seleksi (pansel) sebelumnya. Ini memerlukan proses,” jelasnya.
Menutup arahannya, Dedie juga menekankan pentingnya penguatan mental dan spiritual bagi seluruh karyawan. Ia telah berkoordinasi dengan Ketua MUI Kota Bogor untuk memberikan pembinaan rutin di lingkungan kerja Tirta Pakuan guna menjaga semangat pelayanan yang profesional dan humanis.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















