BOGORTODAY.COM – Ketegangan di jalur pelayaran global kembali memuncak setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras terkait status operasional Selat Hormuz.
Jalur perairan paling strategis di dunia tersebut dinyatakan tertutup bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh, di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Melansir laporan Al Arabiya pada Sabtu (28/3/2026), IRGC secara resmi mengumumkan bahwa akses Selat Hormuz ditutup bagi kapal-kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan negara-negara lawan. Peringatan ini bukan sekadar retorika; IRGC mengancam akan mengambil “tindakan keras” terhadap setiap kapal yang nekat melanggar aturan transit tersebut.
Sebagai bukti keseriusan, Angkatan Laut IRGC dilaporkan telah mengusir sedikitnya tiga kapal kontainer dari berbagai negara pada Jumat (27/3/2026).
Kapal-kapal tersebut terpaksa putar balik setelah mendapatkan peringatan keras saat mencoba melintasi koridor perairan yang sangat vital bagi perdagangan minyak dunia itu.
Perang Pernyataan: IRGC vs Donald Trump
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















