
Saat ini, rangkaian wahana yang terdiri dari roket raksasa Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion sudah bersiaga di Kompleks Peluncuran 39B, Pusat Antariksa Kennedy, Florida.
Pada 20 Maret lalu, wahana setinggi gedung ini menempuh perjalanan sejauh 6,4 kilometer menggunakan kendaraan pengangkut crawler-transporter 2.
Namun, perjalanan menuju peluncuran ini tidaklah mulus. Sebelumnya, misi ini sempat direncanakan meluncur pada Februari, namun terhambat oleh beberapa kendala teknis:
- Kebocoran Hidrogen: Terdeteksi saat simulasi prosedur peluncuran (Wet Dress Rehearsal atau WDR).
- Masalah Aliran Helium: Gangguan pada tahap atas roket SLS yang mengharuskan wahana dibawa kembali ke Gedung Perakitan Kendaraan (VAB) untuk perbaikan intensif.
Kini, setelah perbaikan tuntas, NASA memutuskan untuk langsung menuju proses peluncuran tanpa mengulang uji coba basah (WDR) tambahan demi efisiensi waktu.
Awak Kabin dan Jendela Peluncuran Alternatif
Misi bersejarah ini akan dipiloti oleh empat sosok tangguh:
Mengingat faktor keselamatan manusia adalah prioritas tertinggi, tanggal 1 April bukanlah harga mati. Jika cuaca atau kendala teknis muncul, NASA telah menyiapkan jendela peluncuran harian hingga 6 April.
Jika masih terkendala, peluang berikutnya akan terbuka kembali pada akhir April, meski detail durasinya belum dipastikan secara rinci.
Artemis II bukan sekadar penerbangan biasa; ini adalah pembuktian teknologi roket SLS dan kapsul Orion dalam mendukung eksistensi manusia di luar angkasa jauh (deep space) untuk masa depan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















