Menghitung Mundur Artemis II: Ambisi NASA Membawa Manusia Kembali ke Orbit Bulan

NASA
Menghitung Mundur Artemis II: Ambisi NASA Membawa Manusia Kembali ke Orbit Bulan. (Foto: REUTERS)

BOGORTODAY.COM – Dunia antariksa bersiap menyambut babak baru dalam sejarah penjelajahan luar angkasa. Setelah lebih dari lima dekade sejak misi Apollo 17 pada tahun 1972, badan antariksa Amerika Serikat, NASA, kini berada di ambang peluncuran Artemis II.

Misi berawak pertama menuju Bulan di era modern ini diproyeksikan menjadi tonggak penting sebelum manusia benar-benar kembali menginjakkan kaki di permukaan satelit alami Bumi tersebut.

Jadwal Peluncuran dan Target Misi

NASA secara resmi membidik tanggal 1 April 2026 sebagai target peluncuran utama. Berbeda dengan misi pendaratan, Artemis II dirancang sebagai penerbangan uji coba selama 10 hari.

Empat astronaut terpilih akan menempuh perjalanan jauh melampaui orbit rendah Bumi, mengelilingi Bulan, lalu kembali untuk mendarat di samudera.

Lori Glaze, pejabat sementara wakil administrator Pengembangan Sistem Eksplorasi NASA, menegaskan bahwa seluruh aspek kesiapan telah dibahas secara transparan dan mendalam.

BACA JUGA :  Tidak Terprovokasi, Seluruh Kepala Desa di Kecamatan Cijeruk dan Cigombong Kompak Jaga Kondusifitas Kabupaten Bogor 

“Kami melakukan tinjauan kesiapan penerbangan yang sangat terbuka guna memastikan keamanan maksimal,” ujarnya dalam konferensi pers baru-baru ini.

Perjalanan Teknis: Dari VAB ke Landasan 39B

Saat ini, rangkaian wahana yang terdiri dari roket raksasa Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion sudah bersiaga di Kompleks Peluncuran 39B, Pusat Antariksa Kennedy, Florida.

Pada 20 Maret lalu, wahana setinggi gedung ini menempuh perjalanan sejauh 6,4 kilometer menggunakan kendaraan pengangkut crawler-transporter 2.

Namun, perjalanan menuju peluncuran ini tidaklah mulus. Sebelumnya, misi ini sempat direncanakan meluncur pada Februari, namun terhambat oleh beberapa kendala teknis:

  • Kebocoran Hidrogen: Terdeteksi saat simulasi prosedur peluncuran (Wet Dress Rehearsal atau WDR).
  • Masalah Aliran Helium: Gangguan pada tahap atas roket SLS yang mengharuskan wahana dibawa kembali ke Gedung Perakitan Kendaraan (VAB) untuk perbaikan intensif.
BACA JUGA :  LPDP dan Kemenag Buka Pendanaan Riset MoRA the AIR Funds 2026, Dana Hingga Rp2 Miliar per Proposal

Kini, setelah perbaikan tuntas, NASA memutuskan untuk langsung menuju proses peluncuran tanpa mengulang uji coba basah (WDR) tambahan demi efisiensi waktu.

Awak Kabin dan Jendela Peluncuran Alternatif

Misi bersejarah ini akan dipiloti oleh empat sosok tangguh:

  1. Reid Wiseman (NASA)
  2. Victor Glover (NASA)
  3. Christina Koch (NASA)
  4. Jeremy Hansen (Badan Antariksa Kanada)

Mengingat faktor keselamatan manusia adalah prioritas tertinggi, tanggal 1 April bukanlah harga mati. Jika cuaca atau kendala teknis muncul, NASA telah menyiapkan jendela peluncuran harian hingga 6 April.

Jika masih terkendala, peluang berikutnya akan terbuka kembali pada akhir April, meski detail durasinya belum dipastikan secara rinci.

Artemis II bukan sekadar penerbangan biasa; ini adalah pembuktian teknologi roket SLS dan kapsul Orion dalam mendukung eksistensi manusia di luar angkasa jauh (deep space) untuk masa depan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================