Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
PEMBACA Bogor Today yang budiman, ya manusia itu cenderung pelit inilah buktinya di terjemahan Kitab Suci Al Qur’an Surat. Al-Ma’arij (7) ayat 19-21: “Sungguh, manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila dia ditimpa kesusahan (dia) berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir.”
Hal ini menjelaskan sifat tabiat manusia jika belum terdidik oleh iman, yaitu mudah mengeluh saat ditimpa musibah dan kikir saat mendapatkan harta atau kekayaan.
Namun, golongan yang dikecualikan adalah orang-orang yang mendirikan shalat dengan konsisten, mengeluarkan sebagian hartanya (zakat/sedekah) bagi fakir miskin, dan meyakini adanya hari pembalasan.
Sebagai seorang muslim kita harus yakin akan kebenaran Kitab Suci Al Qur’an, seperti yang terdapat pada terjemahan Surat Al Baqarah (2) ayat 2 yaitu “Kitab (Al-Qur`an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. Dan terbukti apa yang dikatakan oleh Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, yaitu manusia cenderung pelit, inilah contoh-contohnya.
Sering ada tulisan di depan warung atau toko yang berbunyi,”Dilarang parkir di depan toko/warung ini, kecuali pembeli,”. Ini jelas contoh sifat pelit, kan lebih baik, jika ditulis seperti ini,”Silahkan parkir di sini untuk umum,” Siapa tahu dari hanya berniat parkir saja, kemudian orang ini, jadi tertarik untuk membeli di toko/warung tersebut.
Ada juga tulisan yang berbunyi,”Dilarang jualan di tanah kosong ini,”. ini juga sifat pelit, kan lebih baik ditulis,”Silahkan jualan di sini, dari pada tanah kosong mubazir, gratis lagi, hitung-hitung sebagai sedekahku,”.
Yang terakhir ada tulisan yang berbunyi,”Dilarang parkir di depan pintu, karena untuk keluar masuk kendaraan,”. Akan lebih elok jika ditulis,”Silahkan parkir di depan pintu, tapi jika saya keluar mohon untuk digeser parkirnya,”. Mudah kan, untuk menjadi orang yang baik, dermawan dan bermanfaat bagi orang lain. Untuk berbuat baik, mulailah dengan hal-hal yang kecil serta mudah untuk kita lakukan.
Mari kita simak hadist tentang dermawan dan pelit yang menegaskan bahwa kedermawanan mendekatkan diri kepada Allah, manusia, dan surga, sedangkan pelit (bakhil) menjauhkan diri dari semuanya dan mendekatkan pada neraka. Bersedekah tidak mengurangi harta kita, justru sedekah menjadi pelindung kita dari bencana, sementara sifat kikir diibaratkan ranting pohon neraka.
Dan terbukti di dunia, jika kita dermawan, maka akan disenangi banyak orang dan sebaliknya jika kita pelit, maka banyak orang tidak suka pada kita. Jayalah Indonesiaku.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















