BOGORTODAY.COM – Performa Timnas Indonesia dalam dua laga terbaru menunjukkan perkembangan signifikan, khususnya dalam hal fleksibilitas taktik. Tim Garuda mampu memainkan dua sistem pertahanan berbeda—tiga bek dan empat bek—dalam waktu yang berdekatan, sebuah kemampuan yang dinilai bisa menjadi keunggulan di level Asia.
Pelatih John Herdman menerapkan formasi tiga bek saat menghadapi Saint Kitts dan Nevis pada laga pembuka FIFA Series 2026. Saat itu, lini pertahanan diisi oleh Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Elkan Baggott.
Adaptasi Formasi di Laga Final
Pendekatan serupa kembali digunakan pada pertandingan final melawan Timnas Bulgaria. Namun, komposisi lini belakang mengalami sedikit perubahan dengan masuknya Justin Hubner menggantikan Elkan Baggott sejak awal.
Di tengah pertandingan, terjadi perubahan strategi. Elkan Baggott masuk pada babak kedua, yang kemudian mengubah skema menjadi empat bek. Jay Idzes berduet dengan Elkan di pusat pertahanan, sementara pemain lain bergeser ke posisi bek sayap.
Perubahan ini berlanjut ketika Donny Tri Pamungkas masuk menggantikan Hubner, memperkuat formasi empat bek hingga akhir laga.
Jadi Modal Hadapi Tim Besar
Menurut Herdman, kemampuan tim untuk beradaptasi dengan cepat menjadi nilai tambah penting. Ia menilai fleksibilitas dalam menerapkan berbagai sistem permainan bisa menjadi senjata utama saat menghadapi tim-tim kuat di Asia.
Ia juga optimistis bahwa perbedaan kualitas dengan tim papan atas akan semakin mengecil seiring waktu, terutama jika tim terus berkembang secara konsisten.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















