Waspada Campak Saat Silaturahmi Lebaran, Ini Langkah Dinkes Kabupaten Bogor

Dinkes
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Mediawaty. Foto : bogortoday.com/Rifki Ramadhan

BOGORTODAY.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengingatkan warga untuk mewaspadai risiko penularan campak di tengah tingginya mobilitas sosial pasca-Lebaran 2026. Penyakit yang disebabkan virus morbili itu disebut sangat mudah menular melalui percikan air liur, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Mediawaty, menjelaskan bahwa virus morbili penyebab campak sangat mudah berpindah dari satu orang ke orang lain yang tidak memiliki kekebalan tubuh atau belum mendapatkan vaksinasi.

“Virus ini dapat menyebar dengan sangat cepat melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara,” kata Fusia, Rabu (1/4/2026).

Kekhawatiran itu relevan mengingat musim Lebaran identik dengan kunjungan massal, pelukan, dan perjamuan yang mempertemukan berbagai kalangan dalam satu ruang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempercepat rantai penularan, terutama bagi anak-anak dan orang dewasa yang belum lengkap vaksinasinya.

BACA JUGA :  7 Tips Awet Muda untuk Pria agar Tetap Prima dan Percaya Diri

Fusia menyebut gejala campak diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah, diikuti ruam merah pada kulit yang bermula dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Bila tidak segera ditangani, penyakit ini berisiko memicu komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak.

Meski demikian, Fusia memastikan situasi di Kabupaten Bogor saat ini masih terkendali. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, wilayah ini masih berada dalam zona hijau tanpa lonjakan kasus yang signifikan.

BACA JUGA :  Jenal Mutaqin Ajak Warga Manfaatkan Program Sunat Gratis di Puskesmas se-Kota Bogor

“Kasus campak di Kabupaten Bogor secara umum landai dan tidak ada peningkatan yang signifikan,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan mendorong warga yang belum melengkapi vaksinasi untuk segera melakukan imunisasi susulan. Vaksin MR diberikan tiga kali, pertama pada usia 9–12 bulan, kedua pada usia 18–24 bulan, dan ketiga pada usia 6–7 tahun atau setara kelas 1 sekolah dasar.

Selain vaksinasi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat juga dinilai penting untuk memutus potensi penularan di masa pasca-Lebaran, saat mobilitas dan aktivitas sosial masyarakat tengah berada di puncaknya.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================