BOGORTODAY.COM – Pemerintah Indonesia tengah mempercepat implementasi program biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian energi sekaligus efisiensi penggunaan bahan bakar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.
Saat ini, Indonesia masih menerapkan B40, yaitu solar yang dicampur dengan 40 persen biodiesel berbasis minyak sawit sejak Januari 2025. Menurut Airlangga, langkah peningkatan kadar biodiesel menjadi 50 persen ini diharapkan mampu mengurangi konsumsi bahan bakar fosil hingga 4 juta kiloliter per tahun.
“Pertamina sudah siap melaksanakan blending B50. Selain mengurangi ketergantungan pada energi fosil, kebijakan ini juga berpotensi memberikan penghematan anggaran signifikan,” ujar Airlangga dalam pernyataannya secara daring, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan bahwa penghematan dari penggunaan biodiesel B50 dapat mencapai Rp48 triliun dalam kurun waktu enam bulan pertama implementasi, mencakup pengurangan subsidi serta efisiensi pemakaian bahan bakar fosil.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















