Campak pada Orang Dewasa Bisa Lebih Parah, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Campak
Ilustrasi Campak. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Campak selama ini sering dianggap sebagai penyakit yang identik dengan anak-anak. Namun kenyataannya, infeksi ini juga dapat menyerang orang dewasa dan bahkan menimbulkan dampak yang lebih serius.

Kondisi ini menjadi perhatian karena gejala yang muncul pada usia dewasa kerap lebih berat dibandingkan pada anak.

Salah satu faktor utama yang memicu kondisi tersebut adalah menurunnya daya tahan tubuh. Ketua Satgas Vaksinasi PAPDI, dr. Sukamto Koesnoe, menjelaskan bahwa gaya hidup masyarakat perkotaan tanpa disadari berkontribusi besar terhadap melemahnya sistem imun. Aktivitas kerja yang padat, terutama kebiasaan lembur dan kurang istirahat, menjadi pemicu utama.

Banyak orang dewasa, khususnya pekerja muda, menjalani rutinitas dengan intensitas tinggi tanpa diimbangi waktu istirahat yang cukup. Kebiasaan ini berdampak pada penurunan sel limfosit, yaitu salah satu jenis sel darah putih yang berperan penting dalam melawan infeksi seperti virus, bakteri, hingga zat berbahaya lainnya.

BACA JUGA :  Tragedi Camping di Temanggung Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan Penggunaan Kompor Portabel

Ketika jumlah limfosit menurun, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi ikut melemah. Akibatnya, penyakit seperti campak dapat berkembang lebih parah dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius pada orang dewasa.

Selain faktor gaya hidup, perlindungan dari vaksin juga tidak selalu bertahan seumur hidup. Antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi diketahui dapat menurun seiring waktu, biasanya dalam rentang 15 hingga 20 tahun setelah imunisasi. Kondisi ini membuat tubuh kembali rentan terhadap infeksi, termasuk campak.

Oleh karena itu, pemberian vaksin booster pada orang dewasa menjadi langkah penting untuk menjaga perlindungan tubuh. Booster tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga membantu mengaktifkan kembali sistem kekebalan, sehingga tubuh dapat merespons infeksi dengan lebih cepat dan efektif.

Para ahli juga menekankan bahwa pemberian dua dosis vaksin memberikan perlindungan yang lebih optimal dibandingkan satu dosis saja. Hal ini penting terutama bagi orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin lengkap atau yang daya tahan tubuhnya menurun.

BACA JUGA :  Pria Asal Jawa Tengah Ditemukan Tewas di Kebun Parungpanjang

Saat ini, campak kembali menjadi perhatian di Indonesia karena angka kasus yang menunjukkan peningkatan. Penyakit ini disebabkan oleh virus Morbillivirus yang menyebar melalui percikan droplet saat seseorang batuk atau bersin.

Gejala campak umumnya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam merah yang menyebar di seluruh tubuh. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi ini dapat memicu komplikasi serius, terutama pada individu dengan sistem imun yang lemah.

Dengan memahami faktor risiko dan pentingnya vaksinasi ulang, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan sejak dini agar terhindar dari dampak buruk penyakit campak.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================