Kuatnya Magnet PTN

PTN
Agus Jatmika (Praktisi Pendidikan, Ketua MGMP Sosiologi Kota Bogor)

Oleh : Agus Jatmika (Praktisi Pendidikan, Ketua MGMP Sosiologi Kota Bogor)

PENGUMUMAN Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada 31 Maret 2026 kembali menghadirkan satu gambaran yang nyaris tidak berubah dari tahun ke tahun. Perguruan tinggi negeri masih menjadi tujuan utama yang paling diburu oleh lulusan SMA.

Di tengah semakin beragamnya pilihan pendidikan tinggi, antusiasme terhadap kampus negeri tetap terlihat kuat, hal ini tercermin dari euforia siswa, orang tua, hingga sekolah yang merayakan setiap nama yang berhasil lolos.

Disisi lain, di balik riuhnya kabar bahagia tersebut, terselip realitas yang tidak bisa diabaikan. Sebagian siswa harus menerima kenyataan belum berhasil menembus jalur SNBP. Bagi mereka, perjalanan belum berakhir, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui UTBK menjadi ruang berikutnya untuk kembali berjuang. Pada fase ini, harapan tidak lagi hanya dirawat, tetapi juga diuji dengan lebih terbuka dan kompetitif.

BACA JUGA :  SPMB 2026 Kabupaten Bogor Resmi Dibuka, Simak Jadwal Lengkapnya

Minat terhadap perguruan tinggi negeri hingga kini masih berada pada angka yang sangat tinggi. Jumlah pendaftar SNBP tahun 2026 mencapai lebih dari 700 ribu siswa, sementara daya tampung yang tersedia hanya sekitar 20 hingga 25 persen. Artinya, sebagian besar peserta harus kembali bersaing melalui jalur SNBT.

Di sisi lain, jumlah peserta UTBK setiap tahunnya konsisten berada di kisaran ratusan ribu hingga lebih dari satu juta peserta. Angka-angka ini menunjukkan bahwa persaingan menuju bangku kuliah negeri semakin ketat dan meluas.

Fenomena tersebut juga tercermin dari meningkatnya antusiasme siswa dalam mengikuti program bimbingan belajar. Kelas-kelas persiapan UTBK hampir selalu dipenuhi peserta, bahkan tidak sedikit lembaga yang membuka kelas khusus untuk program studi favorit seperti Kedokteran dan Teknik.

BACA JUGA :  Jenal Mutaqin Ajak Warga Manfaatkan Program Sunat Gratis di Puskesmas se-Kota Bogor

Persaingan tidak lagi hanya berlangsung di ruang kelas sekolah, tetapi juga meluas ke ruang-ruang belajar tambahan yang semakin kompetitif.

PTN sebagai Simbol Prestise dan Harapan Sosial

Dalam pandangan masyarakat, perguruan tinggi negeri tidak sekedar menjadi tempat melanjutkan Pendidikan, tetapi juga telah menjelma menjadi simbol prestise yang memiliki nilai sosial tinggi. Diterima di kampus negeri sering kali dipandang sebagai bukti keberhasilan akademik sekaligus kebanggaan keluarga.

Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi alasan yang memperkuat pilihan tersebut. Sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi membuat pendidikan di perguruan tinggi negeri relatif lebih terjangkau. Hal ini menjadikan pilihan tersebut tidak hanya prestisius, tetapi juga realistis bagi banyak kalangan.

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================