BOGORTODAY.COM – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus berupaya mengoptimalkan pelayanan bagi pelanggan, terutama dalam mengatasi keluhan aliran air yang belum mencapai 24 jam di beberapa wilayah.
Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan, Dani Rakhmawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah strategi teknis untuk menghadapi tantangan distribusi tersebut.
Dani menjelaskan bahwa pengembangan jaringan perpipaan yang sedang berlangsung di wilayah administrasi Kota Bogor secara teknis memengaruhi sistem hidrolis antara pipa lama (existing) dan pipa baru. Hal ini menyebabkan adanya penyesuaian alur gravitasi di dalam jaringan.
“Ini merupakan konsekuensi positif dari pengembangan jaringan. Sistem hidrolis akan menyesuaikan dan berubah sesuai alur gravitasi yang ada. Namun, hal ini bukan tanpa solusi. Kami setiap tahunnya selalu mengantisipasi perubahan tersebut,” ujar Dani saat memberikan keterangan di Mako PWI Kota Bogor, pada Kamis (2/4/2026).
Prioritas Perbaikan Masif dan Penguatan Jaringan
Terkait keluhan aliran air yang belum lancar selama 24 jam, Dani menyebutkan ada beberapa faktor penyebab, salah satunya adalah tingkat kebocoran. Sebagai langkah antisipasi, Direktorat Operasional memprioritaskan perbaikan yang memiliki dampak masif bagi masyarakat.
“Strategi kami adalah memprioritaskan perbaikan yang dampaknya masif. Monitoring dan evaluasi terus dilakukan agar kami tetap waspada terhadap setiap perubahan yang terjadi di jaringan,” jelasnya.
Selain perbaikan kebocoran, penguatan jaringan menjadi langkah kunci lainnya. Jika penambahan jaringan di satu wilayah berdampak pada tekanan air di wilayah lain, Tirta Pakuan akan melakukan intervensi teknis.
“Kami melakukan penguatan jaringan melalui pemasangan pipa paralel atau penggunaan pompa dorong jika memang diperlukan. Semua ini sudah masuk dalam rencana perusahaan tahun 2026,” tambah Dani.
Fokus pada Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas
Dani menegaskan bahwa komitmen utama Tirta Pakuan pada tahun ini adalah mempertahankan dan meningkatkan tiga pilar pelayanan: kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K3).
Pihaknya memastikan akan terus bersikap responsif terhadap perubahan di lapangan demi menjamin hak pelanggan mendapatkan akses air bersih secara optimal di seluruh pelosok Kota Bogor.
Bagi HalamanWartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















