Amerika Serikat dan Iran Bahas Gencatan Senjata Sementara, Terlibat Mediator Timur Tengah

BOGORTODAY.COM Amerika Serikat dan Iran dilaporkan tengah mengupayakan kemungkinan gencatan senjata selama 45 hari, sebagai langkah awal untuk meredakan ketegangan yang berlangsung lebih dari sebulan.

Perundingan ini juga melibatkan sejumlah negara Timur Tengah sebagai mediator, meski Teheran sebelumnya menolak negosiasi damai, menurut laporan Axios pada Minggu (5/4/2026).

Beberapa sumber dari AS, Israel, dan negara terkait mengungkapkan bahwa mediator sedang menyusun kesepakatan dalam dua tahap. Tahap pertama menargetkan gencatan senjata sementara selama 45 hari, yang akan digunakan sebagai periode untuk merundingkan penghentian konflik secara permanen.

Hingga saat ini, Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen, dan Gedung Putih serta Kementerian Luar Negeri AS belum memberikan komentar resmi terkait negosiasi ini.

BACA JUGA :  Kenapa Wajah Terlihat Lebih Tua dari Usia Sebenarnya? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Ancaman Donald Trump terhadap Iran

Laporan mengenai pembicaraan gencatan senjata muncul di tengah pernyataan tegas Presiden Donald Trump kepada Iran terkait blokade Selat Hormuz. Blokade yang dilakukan Teheran sejak konflik dengan AS dan Israel pecah pada 28 Februari ini memicu ketegangan global.

Trump sebelumnya memberikan ultimatum agar Iran segera membuka jalur laut strategis tersebut. Ia memperingatkan bahwa jika Teheran tidak menuruti permintaan dalam waktu 48 jam, AS akan menargetkan fasilitas publik seperti pembangkit listrik dan jembatan. Ancaman ini disampaikan melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social.

“Selasa akan menjadi ‘Hari Pembangkit Listrik’ dan ‘Hari Jembatan’ di Iran, semuanya digabung menjadi satu. Buka Selat itu, atau kalian akan hidup dalam neraka,” tulis Trump dalam salah satu unggahannya.

BACA JUGA :  Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Aktivitas Penerbangan Sempat Lumpuh

Meski menegaskan ancaman, AS sejauh ini menahan diri untuk tidak menyerang fasilitas energi Iran, mengingat dampaknya terhadap pasar minyak global. Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pasokan minyak dunia, dan penutupan jalur ini telah menyebabkan kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara dalam hampir sebulan terakhir.

Negosiasi gencatan senjata ini dianggap penting sebagai langkah awal untuk menahan eskalasi lebih jauh, dengan harapan konflik bisa segera menemukan titik penyelesaian yang lebih permanen.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================