Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
TIDAK terasa pembaca Bogor Today yang budiman, sudah 2 pekan lebih berlalu Hari Raya Idul Fitri. Hari Raya Idul Fitri identik dengan tradisi halal bihalal. Tradisi ini menjadi momen spesial bagi umat Islam di Indonesia untuk saling bersilaturahmi, makan bersama sebagai wujud rasa syukur dan bermaaf-maafan setelah sebulan penuh berpuasa ramadhan.
Berbeda dengan negara muslim lainnya, halal bihalal merupakan tradisi unik yang hanya ada di Indonesia. Ternyata tradisi halal bihalal itu hanya ada di negeri tercinta Indonesia dan hebatnya lagi ternyata, halal bihalal adalah cermin akhlak mulia calon penghuni surga.
Kok bisa halal bihalal adalah cermin akhlak mulia calon penghuni surga? Inilah jawabannya, menrut Imam Abu Laits As-Samarqandi dalam Tanbihul Ghafilin, 3 akhlak mulia yang menjadi ciri utama calon penghuni surga adalah: 1. Menjalin silaturahmi, 2. Dermawan dan 3. Pemaaf.
Saat halal bihalal terjadilah silaturahmi, karena ada yang menjadi tuan rumah yang mengundang dan ada yang diundang, yaitu para tamu yang terdiri dari keluarga besar, tetangga, teman sekolah atau kuliah, teman kerja dan teman komunitas.
Banyak manfaat dari silaturahmi diantarannya memperpanjang umur, menyehatkan, menggugurkan dosa, menambah rejeki, membuang ego, menumbuhkan kasih sayang dan lain-lain. Penduduk surga adalah orang yang penyayang, lembut hatinya, dan selalu menyambung tali silaturahmi, terutama kepada kerabat yang memutuskannya.
Pada halal bihalal juga terdapat praktik kedermawanan. Karena tuan rumah menyediakan berbagai hidangan makanan dan minuman, bahkan kadang ada juga ada acara santunan untuk yatim piatu. Atau adanya ampao untuk anak-anak kecil, sehingga acara halal bihalal semakin semarak dan membahagiakan anak-anak kecil.
Calon penghuni surga adalah mereka yang menafkahkan harta di waktu lapang maupun sempit (sedekah), serta memberi kepada orang yang pernah kikir kepadanya. Nabi Muhammad SAW menyebutkan penguasa yang adil dan dermawan sebagai salah satu golongan penduduk surga.
Yang terakhir pada saat halal bihalal kita semua adalah menjadi orang yang pemaaf, karena ada momen saling bermaaf-maafan. Sifat utama calon penghuni surga adalah menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain (terutama yang berbuat zalim). Memaafkan membuat hati tenang dan menghindarkan diri dari penyakit hati.
Ketiga akhlak ini mencerminkan sifat penduduk surga yang tidak hanya rajin beribadah kepada Allah, tetapi juga memiliki akhlak mulia kepada sesama manusia.Jayalah Indonesiaku.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















