
BOGORTODAY.COM – Konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berbuntut panjang hingga ke pasar tradisional. Di Pasar Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, harga plastik melonjak hingga 100 persen akibat gangguan pasokan bahan baku yang diduga dipicu oleh ketegangan antarnegara tersebut.
Muslim (48), pedagang plastik di pasar tersebut mengatakan, kenaikan harga plastik rata-rata berkisar antara 30 hingga 70 persen. Adapun kenaikan yang mencapai 100 persen hanya terjadi pada sebagian jenis plastik.
“Rata-rata semua yang berkaitan dengan plastik naik. Di 30 sampai 70 persen rata-ratanya. Kalau 100 persen, sebagian saja, terhitung jari,” ujar Muslim saat ditemui di Pasar Bojonggede, Senin (6/4/2026).
Ia mencontohkan, plastik yang sebelumnya dijual seharga Rp 5.000 per bungkus kini harus dijual dengan harga Rp 9.000 per bungkus.
Menurut Muslim, kenaikan harga mulai terasa menjelang dan terus berlanjut hingga setelah Lebaran. Kenaikan terjadi secara bertahap, namun puncaknya dirasakan pascahari raya.
“Menjelang puasa itu masih bertahap, masih sedikit-sedikit. Maksimalnya setelah Lebaran ini. Sampai sekarang terus naik,” paparnya.
Akibat kenaikan tersebut, daya beli masyarakat turut melemah. Muslim menduga, lonjakan harga dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku akibat ketegangan geopolitik global yang berdampak pada produksi dalam negeri.
“Katanya bahan bakunya ada, kadang tidak ada. Pengaruhnya benar atau tidak, saya tidak tahu juga. Apa alasan distributornya atau pabriknya,” tuturnya.
Muslim berharap harga plastik segera kembali ke tingkat normal agar tidak semakin membebani pedagang maupun konsumen.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















