Konflik Geopolitik Bikin Harga Plastik di Pasar Bojonggede Melonjak 100 Persen

Harga Plastik
Pedagang plastik, Muslim (48), tengah menunggu pembeli di kiosnya, Pasar Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (6/4/2026). Harga plastik di pasar tersebut melonjak hingga 100 persen, diduga akibat gangguan pasokan bahan baku yang dipicu konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Foto : bogortoday.com/Rifki Ramadhan.

BOGORTODAY.COM –  Konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berbuntut panjang hingga ke pasar tradisional. Di Pasar Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, harga plastik melonjak hingga 100 persen akibat gangguan pasokan bahan baku yang diduga dipicu oleh ketegangan antarnegara tersebut.

Muslim (48), pedagang plastik di pasar tersebut mengatakan, kenaikan harga plastik rata-rata berkisar antara 30 hingga 70 persen. Adapun kenaikan yang mencapai 100 persen hanya terjadi pada sebagian jenis plastik.

“Rata-rata semua yang berkaitan dengan plastik naik. Di 30 sampai 70 persen rata-ratanya. Kalau 100 persen, sebagian saja, terhitung jari,” ujar Muslim saat ditemui di Pasar Bojonggede, Senin (6/4/2026).

BACA JUGA :  Emotional Security dalam Hubungan: Kunci Agar Cinta Tetap Harmonis dan Bertahan Lama

Ia mencontohkan, plastik yang sebelumnya dijual seharga Rp 5.000 per bungkus kini harus dijual dengan harga Rp 9.000 per bungkus.

Menurut Muslim, kenaikan harga mulai terasa menjelang dan terus berlanjut hingga setelah Lebaran. Kenaikan terjadi secara bertahap, namun puncaknya dirasakan pascahari raya.

“Menjelang puasa itu masih bertahap, masih sedikit-sedikit. Maksimalnya setelah Lebaran ini. Sampai sekarang terus naik,” paparnya.

BACA JUGA :  BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 yang Beredar di Medsos adalah Hoaks

Akibat kenaikan tersebut, daya beli masyarakat turut melemah. Muslim menduga, lonjakan harga dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku akibat ketegangan geopolitik global yang berdampak pada produksi dalam negeri.

“Katanya bahan bakunya ada, kadang tidak ada. Pengaruhnya benar atau tidak, saya tidak tahu juga. Apa alasan distributornya atau pabriknya,” tuturnya.

Muslim berharap harga plastik segera kembali ke tingkat normal agar tidak semakin membebani pedagang maupun konsumen.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================