BOGORTODAY.COM – Belakangan ini, cuaca terasa semakin panas, terutama di siang hari ketika sinar matahari terasa menyengat hingga ke kulit. Kondisi ini membuat banyak orang mulai mengandalkan penggunaan sunscreen sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Sunscreen atau tabir surya kini bukan hanya pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit harian. Teksturnya yang ringan dan mudah digunakan membuat produk ini praktis dipakai setiap hari.
Namun, di balik penggunaannya yang sederhana, cara kerja sunscreen sebenarnya cukup kompleks dan penting untuk dipahami.
Bahaya Sinar UV bagi Kulit
Paparan sinar matahari membawa radiasi ultraviolet (UV), terutama UVA dan UVB, yang memiliki dampak berbeda pada kulit.
- UVB berperan besar dalam menyebabkan kulit terbakar dan merusak struktur DNA
- UVA mampu menembus lapisan kulit lebih dalam dan memicu penuaan dini, seperti keriput dan garis halus
Jika kulit terlalu sering terpapar kedua jenis sinar ini tanpa perlindungan, risikonya tidak hanya sebatas kulit gelap atau terbakar, tetapi juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker kulit.
Cara Kerja Sunscreen di Permukaan Kulit
Sunscreen bekerja seperti lapisan pelindung tipis yang membantu mengurangi dampak buruk sinar UV. Secara umum, ada dua mekanisme utama dalam melindungi kulit:
- Menyerap sinar U
Sunscreen dengan kandungan kimia tertentu akan menyerap energi dari sinar UV, lalu mengubahnya menjadi panas yang tidak berbahaya bagi kulit.
- Memantulkan dan menyebarkan sinar UV
Jenis sunscreen berbasis mineral biasanya mengandung bahan seperti zinc oxide atau titanium dioxide. Kandungan ini bekerja dengan memantulkan serta menyebarkan sinar UV agar tidak menembus kulit.
Kedua mekanisme ini membantu melindungi sel kulit dari kerusakan, termasuk mencegah terbentuknya radikal bebas dan gangguan pada DNA.
Memahami Arti SPF pada Sunscreen
Saat memilih sunscreen, banyak orang berpatokan pada angka SPF (Sun Protection Factor). SPF menunjukkan seberapa lama kulit terlindungi dari paparan sinar UVB.
Sebagai contoh, sunscreen dengan SPF 30 dapat melindungi kulit sekitar 30 kali lebih lama dibandingkan jika tidak menggunakan perlindungan sama sekali. Namun, penting untuk dipahami bahwa:
- SPF 30 masih memungkinkan sebagian kecil sinar UVB menembus kulit
- SPF 50 memberikan perlindungan lebih tinggi, tetapi tetap tidak 100 persen
Artinya, tidak ada sunscreen yang mampu sepenuhnya menghalangi sinar UV.
Mengapa Kulit Masih Bisa Terbakar?
Meski sudah menggunakan sunscreen, tidak sedikit orang yang masih merasakan kulit panas atau bahkan menggelap. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:
- Jumlah pemakaian yang terlalu sedikit
- Tidak mengulang penggunaan setelah beberapa jam
- Aplikasi yang tidak merata
- Paparan sinar matahari yang terlalu lama
Selain itu, sunscreen memang bukan perlindungan mutlak. Perlindungan terbaik tetap berasal dari kombinasi beberapa langkah, seperti memakai pakaian tertutup, topi, serta menghindari paparan matahari langsung terutama di siang hari.
Perlindungan Kulit Jangka Panjang
Dampak sinar UV tidak selalu langsung terlihat. Dalam jangka pendek, kulit mungkin hanya tampak kemerahan. Namun, jika berlangsung terus-menerus, efeknya bisa berupa penuaan dini, munculnya flek hitam, kerusakan sel kulit, hingga peningkatan risiko penyakit serius.
Karena itu, penggunaan sunscreen bukan sekadar untuk menjaga penampilan, tetapi juga merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.
Di tengah cuaca yang semakin panas, kebiasaan sederhana seperti rutin memakai sunscreen bisa memberikan manfaat besar dalam jangka panjang.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















