Kedelai Naik, Harga Tempe di Cibinong Ikut Meroket

BOGORTODAY.COM – Kenaikan harga kedelai dalam sepekan terakhir mendorong naiknya harga tempe di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kondisi ini berdampak pada penurunan daya beli masyarakat serta omzet pedagang.

Sejumlah pedagang di Pasar Cibinong, mengaku terpaksa menyesuaikan harga jual tempe seiring naiknya harga bahan baku. Tempe ukuran kecil dengan berat sekitar 400 gram kini dijual Rp 6.000 per papan, dari sebelumnya Rp 5.000.

Sementara itu, tempe berukuran lebih besar dengan berat sekitar 800 gram mengalami kenaikan hingga Rp 2.000 per papan. Harga tempe besar saat ini berkisar Rp 8.000 hingga Rp 10.000.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Genjot Potensi Daerah, Perikanan dan Peternakan Jadi Motor Ekonomi Rakyat

“Terpaksa dinaikkan karena harga kedelai juga naik,” ujar Eman (28), salah satu pedagang tempe di pasar tersebut, Jumat (10/4/2026)

Menurut dia, harga kedelai saat ini mencapai Rp 11.500 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 10.500 per kilogram. Kenaikan harga bahan baku itu mulai dirasakan sejak sekitar sepekan terakhir.

Eman menuturkan, meski pasokan kedelai relatif lancar, lonjakan harga tetap berdampak pada penjualan. Ia mencatat, terjadi penurunan pembelian oleh konsumen yang berimbas pada omzet harian.

BACA JUGA :  PNM Bekali 30 Anak Nasabah Mekaar Sertifikasi Keamanan Pangan

“Pembeli jadi mengurangi belanja. Omzet turun sekitar tiga persen,” katanya.

Ia menduga kenaikan harga kedelai tidak terlepas dari dinamika global yang memengaruhi pasokan dan harga komoditas pangan, meskipun tidak merinci lebih lanjut.

Kenaikan harga tempe ini menambah tekanan bagi masyarakat di tengah meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================