
Ciri-Ciri Speech Delay Berdasarkan Usia
Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan sesuai tahap usia anak:
- Usia 0–9 bulan: Belum mengoceh
Pada tahap ini, bayi umumnya mulai mengeluarkan suara seperti tertawa atau celotehan sederhana. Jika bayi belum menunjukkan respons suara atau interaksi dasar, orang tua perlu mulai waspada.
- Usia 9–12 bulan: Belum mengulang kata sederhana
Biasanya anak mulai meniru kata-kata mudah seperti “mama” atau “papa”. Meski belum memahami arti, kemampuan mengulang ini menjadi bagian penting dalam perkembangan bicara.
- Usia 12–18 bulan: Kosakata tidak berkembang
Memasuki fase awal berbicara, anak seharusnya mulai menambah jumlah kata dan mencoba menggunakannya dalam konteks sederhana. Jika hal ini belum terlihat, bisa menjadi tanda keterlambatan.
- Usia di atas 18 bulan: Sulit memahami perintah sederhana
Anak pada usia ini umumnya sudah bisa mengerti instruksi dasar seperti “jangan” atau “ambil”. Kesulitan memahami perintah bisa menjadi indikasi adanya gangguan perkembangan bahasa.
- Usia 6–8 tahun: Kesulitan artikulasi
Pada usia sekolah, kemampuan berbicara anak seharusnya sudah berkembang dengan baik. Anak biasanya mampu menyebutkan nama, benda, hingga menyusun kalimat panjang dengan jelas. Jika masih kesulitan mengucapkan konsonan atau menyusun kalimat, perlu evaluasi lebih lanjut.
Memahami tanda-tanda speech delay sejak dini sangat penting bagi orang tua. Jika anak menunjukkan gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga profesional.
Dengan penanganan yang tepat, perkembangan kemampuan bicara anak dapat ditingkatkan secara optimal.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















