
Menurut keterangan yang disampaikan, diskusi tersebut berlangsung di Islamabad, Pakistan, dan sempat menunjukkan perkembangan positif yang mengarah pada kemungkinan tercapainya sebuah kesepakatan.
Namun demikian, Araghchi menyoroti bahwa proses yang hampir mencapai titik akhir tersebut kembali menemui hambatan. Ia mengaitkan situasi itu dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, yang disebut-sebut mengancam akan memblokade Selat Hormuz.
“Tetapi ketika kami hanya beberapa langkah dari ‘MoU Islamabad’, muncul sikap maksimalis, perubahan tuntutan, dan ancaman blokade,” ujar Araghchi, merujuk pada dinamika yang terjadi dalam pembicaraan tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya membangun saling kepercayaan dalam proses diplomasi. “Niat baik akan menghasilkan niat baik, sementara permusuhan hanya akan melahirkan permusuhan,” tambahnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















