
“Kami mengapresiasi kepada pimpinan pondok pesantren atas dedikasi dan kontribusinya dalam melahirkan berbagai prestasi, mulai dari capaian akademik hingga prestasi di bidang olahraga,” ujar Jaro Ade.
Ia menambahkan, keunggulan santri tidak hanya pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemandirian. Tidak sedikit lulusan pesantren yang mampu mendirikan pesantren baru dan melanjutkan estafet dakwah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, H. Raden Enjat Munjiat menjelaskan, kegiatan MQK di Kabupaten Bogor menjadi momentum penting dalam mendukung penguatan sumber daya manusia sebagaimana dicanangkan dalam Program Astacita Presiden Prabowo Subianto.
“Para peserta diingatkan untuk menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan menambah pengalaman, bukan semata mengejar kemenangan. Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” jelasnya.
Ia menuturkan, kegiatan yang diikuti santri terpilih dari berbagai pondok pesantren ini menampilkan kemampuan membaca dan memahami kitab kuning, mencakup berbagai disiplin ilmu seperti nahwu, sharaf, tafsir Al-Qur’an, hadis, hingga ushul fiqh. Ajang ini juga menjadi sarana evaluasi bagi lembaga pendidikan pesantren dalam mengukur keberhasilan proses pembelajaran.
“Kepada para dewan hakim, disampaikan pula pentingnya menjaga integritas dan amanah dalam proses penilaian, agar seluruh peserta mendapatkan hasil yang adil dan objektif,” pungkasnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















